Sebanyak 50 pemandu Gunung Masurai di Merangin, Jambi, berhasil mengantongi sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pencapaian ini diraih setelah mereka mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh LSP Hospitality Nasional Indonesia. Sertifikasi ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan standar keselamatan dan pelayanan bagi para pendaki di salah satu gunung ikonik di Jambi tersebut.
Ketua Badan Pengelola Jambi UNESCO Global Geopark, Agus Zainuddin, menjelaskan bahwa proses sertifikasi berlangsung selama dua hari. Kegiatan ini khusus ditujukan bagi pemandu keselamatan, memastikan mereka memiliki kompetensi yang diakui secara nasional. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjamin keamanan aktivitas wisata alam di kawasan Gunung Masurai.
Dengan adanya pemandu bersertifikat BNSP, diharapkan aktivitas pendakian Gunung Masurai yang memiliki ketinggian 2.980 Mdpl akan semakin aman. Sertifikasi ini memberikan jaminan lebih kepada wisatawan mengenai kualitas layanan dan tingkat keselamatan yang akan mereka terima selama menjelajahi keindahan alam Merangin.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Kompetensi Pemandu Demi Keselamatan Pendaki
Agus Zainuddin mengungkapkan bahwa LSP Hospitality Nasional Indonesia merupakan lembaga sertifikasi profesi pihak ketiga yang berlisensi resmi dari BNSP. Lembaga ini memiliki wewenang untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja di bidang pariwisata dan perhotelan. Keterlibatan lembaga profesional ini menegaskan keseriusan dalam upaya peningkatan kualitas pemandu.
Langkah strategis ini menjadi bentuk nyata komitmen dalam meningkatkan standar pelayanan serta keselamatan aktivitas wisata alam Gunung Masurai. Gunung ini sendiri merupakan bagian integral dari kawasan Geopark Jambi. Sertifikasi ini akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap citra pariwisata daerah.
Tingginya aktivitas pendakian di Gunung Masurai menjadi alasan utama di balik program standardisasi keselamatan bagi para pemandu. Hampir setiap minggu, Gunung Masurai ramai dikunjungi oleh para pendaki dari berbagai daerah. Oleh karena itu, penyiapan keselamatan pendaki menjadi prioritas utama yang harus selalu diperhatikan.
Advertisement
Agus Zainuddin menambahkan, "Kemarin kita mengadakan sertifikasi melalui LSP Hospitality Nasional Indonesia selama dua hari, ada 50 orang yang mengikuti uji kompetensi khusus untuk pemandu keselamatan." Ia juga menegaskan, "Hampir setiap Minggu banyak pendaki yang datang, dari sisi penyiapan keselamatan pendaki, ini kita dukung penuh. Insya-Allah, dengan adanya pemandu yang telah tersertifikasi BNSP ini, kegiatan pendakian di Gunung Masurai menjadi jauh lebih aman dan terjamin." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya sertifikasi untuk keamanan pendakian.
Advertisement
Jangkauan Penempatan Pemandu Bersertifikat
Ke depan, para pemandu yang telah mengantongi sertifikat BNSP ini tidak hanya akan difokuskan di jalur pendakian Gunung Masurai saja. Rencananya, mereka juga akan ditempatkan di sekitar kawasan lain yang relevan. Penempatan ini akan mencakup wilayah Sungai Lalang, Desa Tuo, dan area sekitar Danau Pauh.
Selain itu, pemandu bersertifikat juga akan ditugaskan di area di bawah kawasan Telaga Biru yang berada di Kecamatan Masurai, Kabupaten Merangin. Perluasan area penempatan ini bertujuan untuk memastikan standar keselamatan yang sama di seluruh destinasi wisata alam penting di sekitar Gunung Masurai. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menjaga keamanan di berbagai titik wisata.
Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman yang lebih besar bagi para wisatawan yang berkunjung ke kawasan Geopark Jambi. Dengan adanya pemandu yang kompeten dan bersertifikat, potensi insiden dapat diminimalisir. Upaya ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk menjelajahi keindahan alam Merangin dengan keyakinan penuh.
Advertisement
Sumber: AntaraNews