Di Hadapan Prabowo, BRIN Ungkap Manfaat Satelit Neo-1 yang Meluncur 2027

BRIN menargetkan satelit Neo-1 meluncur awal 2027. Di hadapan Presiden, Arif Satria memaparkan manfaat, efisiensi biaya, dan kesiapan teknologinya.

Arief Rahman H
Oleh Arief Rahman H - Reporter
Di Hadapan Prabowo, BRIN Ungkap Manfaat Satelit Neo-1 yang Meluncur 2027
Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN, Syaiful Bakhri bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026). (Liputan6.com/Arief)

BRIN menargetkan peluncuran satelit Nusantara Earth Observation (Neo-1) pada awal 2027. Satelit produksi BRIN itu diproyeksikan memperkuat kemandirian data penginderaan jauh untuk berbagai sektor.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan rencana tersebut saat melaporkan capaian dan agenda riset dalam pertemuan Presiden RI dengan 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurut Antara, Arif sebelumnya menyebut Neo-1 merupakan satelit observasi bumi buatan peneliti Indonesia dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 65%.

Satelit Neo-1: Jadwal, TKDN, dan Kemampuan Citra

Neo-1 disiapkan menjadi satelit observasi bumi nasional dan masuk kategori minisat, dengan kemampuan pencitraan resolusi tinggi dan menengah.

"Ini penting untuk menghasilkan data citra satelit secara mandiri guna mendukung pertanian, kehutanan, kelautan dan mitigasi bencana serta pengawasan maritim," kata Arif.
"Peluncuran NEO 1 ini akan menjadi tonggak penting yang menunjukkan bahwa Indonesia semakin mampu menguasai seluruh rantai teknologi satelit," ujar Arif.

Efisiensi Biaya dan Kesiapan Teknologi

Arif mengatakan pengembangan ini memberikan efisiensi biaya misi sekitar 71,9% dibandingkan acuan misi sejenis.

"BRIN membangun kemampuan mulai dari desain teknologi pesawat, pesawat nirawak, satelit penginderaan jauh hingga teknologi antariksa," ujar Arif.

Ia menambahkan, BRIN menyiapkan seluruh aset Neo-1 dengan mengandalkan inovasi anak bangsa, mulai dari perancangan misi, desain sistem, pengujian software, operasi satelit, hingga dukungan stasiun bumi.

Portofolio Lain: N219, Kapal, Kereta, dan Energi

Arif menyebut pesawat N219 telah dilisensikan kepada PT Dirgantara Indonesia untuk diproduksi.

"Desain kapal BRIN telah digunakan untuk kapal bea cukai dan juga kapal pengawas kementerian kelautan dan perikanan," tutur Arif.

Di bidang transportasi, BRIN membangun kendaraan listrik, kapal, kereta api, hingga mesin transisi energi. BRIN juga mengembangkan engine flex-fuel yang dapat memakai bensin serta campuran etanol E20 hingga E40.

Rekomendasi