McDonald's akan memberikan kepada semua orang yang terlibat dalam pertahanan negara, rumah sakit, dan daerah sekitarnya.
Advertisement
Gerakan untuk memboikot McDonald's (McD) terus menggemah di berbagai platform media sosial.
Gerakan ini muncul usai McD Israel mengatakan di akun media sosialnya telah memberikan sebanyak 4.000 makanan gratis kepada personel Pasukan Pertahanan Israel, pekan lalu.
Advertisement
McDonald's akan memberikan kepada semua orang yang terlibat dalam pertahanan negara, rumah sakit, dan daerah sekitarnya.
Sontak, McD Israel tersebut menghadapi seruan boikot dari berbagai negara muslim.
Bahkan, gerakan boikot telah mendunia karena memberikan makanan gratis kepada tentara Israel setelah pecahnya perang melawan Hamas dipihak Palestina.
Melansir Newsweek.com, Jumat (20/10) banyak pengguna di platform X (sebelumnya Twitter) mengajak untuk memboikot McDonald's karena menyediakan makanan gratis untuk IDF, (pasukan militer Israel).
Advertisement
Ini karena McDonalds dianggap telah terlibat dalam konflik, terutama jika menyangkut hilangnya nyawa orang yang tidak bersalah.
"Jika McDonalds memberikan makanan gratis kepada Pasukan Pertahanan Israel dan bukan kepada mereka yang (terkena dampak) di GAZA, maka saya pikir seluruh Muslim di seluruh GLOBE harus memboikot McDonalds," ujar pengguna X @NoOnesX_.
Pengguna X lainnya, Hassaan Bokhari juga berkata, "Boikot McDonalds! Semua gerai McDonalds di Pakistan harus diambil tindakan untuk mendukung Palestina,".
Advertisement
"Mari kita tingkatkan kesadaran dan dorong akuntabilitas dari merek-merek ini. Ingat, suara dan tindakan setiap individu dapat membuat perbedaan dalam membentuk dunia yang lebih adil," ungkap pengguna X lainnya.
Diketahui, pada salah satu postingan Instagram minggu ini, McDonald's Israel mengatakan pihaknya menyumbangkan ribuan makanan gratis kepada tentara Pasukan Pertahanan Israel serta rumah sakit.
Di sisi lain, pertempuran melawan Hamas dimulai setelah kelompok militan tersebut melancarkan serangan mendadak ke Israel akhir pekan lalu.
Advertisement
Lebih dari 2.700 korban telah dikonfirmasi di kedua sisi, menurut Associated Press.
merdeka.com
Bahkan, setelah Hamas menyerang Israel dengan rudal dan menyerang pesawat tempur Sabtu lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya sedang 'berperang'.
Advertisement
Serangan udara terus dilancarkan terhadap Jalur Gaza, dan invasi Israel ke wilayah tersebut dianggap mungkin terjadi.
Israel juga memutus pasokan makanan, bahan bakar, dan listrik ke Gaza, tempat Hamas diyakini menyandera warga Israel.