Kaum Ekonomi Kelas Menengah, Jangan Lakukan Ini Jika Ingin Kaya

Menghabiskan uang demi penampilan akan menjadi kehancuran terbesar.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Kaum Ekonomi Kelas Menengah, Jangan Lakukan Ini Jika Ingin Kaya
Kurs Rupiah (© 2023 merdeka.com)

Masyarakat ekonomi kelas menengah justru lebih sering menghabiskan uang hanya untuk terlihat hebat di masyarakat.

Kaum Ekonomi Kelas Menengah, Jangan Lakukan Ini Jika Ingin Kaya

Seringkali seseorang tidak sadar bahwa setiap keputusan finansial yang diambil, membuatnya tidak pernah keluar dari jerat ekonomi kelas menengah. 

Ahli perencana keuangan, Christopher William berpandangan, masyarakat ekonomi kelas menengah justru lebih sering menghabiskan uang hanya untuk terlihat hebat di masyarakat.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

"Satu kebiasaan paling merusak adalah menghabiskan uang melebihi pendapatan Anda," kata Christopher dikutip Go Banking Rates, Minggu (12/11).

Berikut beberapa kebiasaan yang patut dihindari oleh masyarakat ekonomi kelas menengah:

1. Biaya Langganan 

Banyak masyarakat kelas menengah saat ini menjadi membership di banyak toko ritel, pusat kebugaran, atau berlangganan setiap aplikasi online.

"Ini mungkin terlihat murah, tapi ketika biaya ini terakumulasi, itu akan menjadi pengeluaran yang signifikan. Misalnya, jika Anda berlangganan beberapa platform streaming tetapi hanya menonton sesekali, Anda mungkin juga mengeluarkan uang terlalu banyak untuk hiburan," kata pakar keuangan, Jonathan Merry.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
2. Investasi untuk Barang Bernilai Susut

Tidak sedikit juga masyarakat ekonomi kelas menengah membeli barang-barang bernilai susut. Misalnya saja, membeli sepeda motor, mobil, ponsel, dan sebagainya. Semua itu bisa menghambat Anda untuk menabung atau berinvestasi agar keluar dari jerat ekonomi kelas menengah.

3. Mencari Pamor

Perencana keuangan Shirshikov mengatakan, menghabiskan uang demi penampilan akan menjadi kehancuran terbesar.

"Pengeluaran emosional yang didorong oleh keinginan untuk mengimbangi teman sebaya atau tekanan masyarakat bisa sangat merugikan," ujarnya.
Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Dia bercerita memiliki kolega dengan gaji ratusan juta, namun keuangannya tidak berkembang, atau bisa dikatakan hidupnya tergantung dari gaji ke gaji. Penyebabnya, kebutuhan terus-menerus untuk melakukan upgrade, baik itu gawai, liburan, atau bahkan lemari pakaian. Semua itu yang dilakukan rekan-rekan dan tetangganya.

"Ini adalah jebakan yang mudah untuk dilakukan, namun memiliki dampak jangka panjang terhadap peningkatan kekayaan," ucapnya.

"Ini adalah jebakan yang mudah untuk dilakukan, namun memiliki dampak jangka panjang terhadap peningkatan kekayaan," ucapnya.
Dok. Istimewa
Rekomendasi