Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap perkembangan harga, meskipun Kabupaten Berau mencatatkan inflasi terendah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Maret 2026. Kewaspadaan ini menjadi kunci untuk menghindari gejolak harga yang tidak terduga, yang dapat timbul akibat kelengahan tanpa antisipasi.
Pemerintah Kabupaten Berau secara aktif mengingatkan seluruh pihak terkait, termasuk Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, serta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perindustrian. Imbauan ini juga ditujukan kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat agar selalu siaga.
Fokus utama kewaspadaan adalah pada ketersediaan stok pangan dan dinamika perkembangan harga. Langkah proaktif ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah dan daya beli masyarakat di tengah berbagai potensi tantangan.
Advertisement
Advertisement
Capaian Inflasi Terendah di Kaltim dan Tantangannya
Inflasi tahunan (y-on-y) Kabupaten Berau pada Maret 2026 tercatat sebesar 2,38 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,95. Angka ini menempatkan inflasi Kabupaten Berau sebagai yang terendah di Provinsi Kaltim.
Capaian inflasi yang rendah ini menunjukkan efektivitas upaya pengendalian harga di daerah. Hal ini terjadi di tengah tiga momen penting Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada Maret lalu, yaitu Ramadhan, Nyepi, dan Idul Fitri.
Meskipun demikian, Bupati Sri Juniarsih Mas menekankan pentingnya untuk tetap waspada. Terutama terhadap komoditas pangan yang memiliki pengaruh besar terhadap daya beli masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Strategi 4K dalam Pengendalian Inflasi Berau
Pemerintah Kabupaten Berau bersama TPID terus memperkuat langkah strategis untuk mengendalikan inflasi. Upaya ini meliputi menjaga ketersediaan pasokan, memastikan kelancaran distribusi, hingga pelaksanaan operasi pasar jika diperlukan.
Strategi utama yang dioptimalkan adalah 4K, yang mencakup Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif. Pendekatan ini menjadi fondasi dalam upaya mencukupi pangan dan mengendalikan harga di Berau.
Langkah pengendalian inflasi melalui strategi 4K ini diperkuat dengan sinergi antara TPID Berau dan TPID Provinsi Kaltim. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperlancar pasokan dan melakukan antisipasi terhadap berbagai hal terkait keamanan pangan.
Advertisement
Implementasi strategi ini terlihat dari enam kali gerakan pangan murah yang dilaksanakan TPID Berau selama Maret 2026. Selain itu, operasi pasar dan kegiatan serupa juga gencar dilakukan di berbagai lokasi untuk memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Advertisement
Faktor Pendorong Inflasi dan Komitmen Berkelanjutan
Secara keseluruhan, perkembangan harga di Kabupaten Berau pada Maret 2026 menunjukkan tren kenaikan yang masih terkendali. Tekanan inflasi terbesar berasal dari kelompok konsumsi masyarakat sehari-hari dan komoditas bernilai tinggi seperti emas perhiasan.
Kenaikan inflasi secara tahunan dipengaruhi oleh beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 3,14 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,4 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lain melonjak hingga 14,14 persen.
Bupati Sri Juniarsih Mas menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pihak. Hal ini bertujuan agar stabilitas harga tetap terjaga, inflasi tetap terkendali, dan tidak membebani masyarakat Berau.
Advertisement
Sumber: AntaraNews