KM Sabuk Nusantara 59 Angkut Ratusan Pemudik Lebaran 2026 dari Gorontalo ke Banggai

KM Sabuk Nusantara 59 menjadi andalan 281 pemudik dari Gorontalo menuju Kabupaten Banggai untuk Lebaran 2026, dengan seluruh tiket telah ludes terjual jauh hari sebelum keberangkatan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KM Sabuk Nusantara 59 Angkut Ratusan Pemudik Lebaran 2026 dari Gorontalo ke Banggai
KM Sabuk Nusantara 59 menjadi andalan 281 pemudik dari Gorontalo menuju Kabupaten Banggai untuk Lebaran 2026, dengan seluruh tiket telah ludes terjual jauh hari sebelum keberangkatan. (AntaraNews)

Kapal tol laut KM Sabuk Nusantara 59 telah sukses mengangkut sebanyak 281 pemudik dari Pelabuhan Kota Gorontalo menuju Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, dalam rangka angkutan Lebaran 2026. Keberangkatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kelancaran dan ketersediaan transportasi bagi masyarakat yang ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman mereka.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gorontalo, Jasra Yuzi Irawan, menjelaskan bahwa kapal ini awalnya melayani rute pelayaran yang lebih panjang, mencakup Bitung, Gorontalo, Banggai, dan beberapa daerah lainnya. Namun, khusus untuk periode menjelang Lebaran, fokus pelayaran diubah menjadi rute pulang pergi Gorontalo–Banggai.

Optimalisasi rute ini dilakukan secara spesifik untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pemudik. Keputusan ini diambil berdasarkan tingginya permintaan masyarakat yang hendak mudik ke wilayah Banggai melalui Pelabuhan Gorontalo, menunjukkan pentingnya jalur laut dalam konektivitas antarwilayah.

Optimalisasi Rute KM Sabuk Nusantara 59 Penuhi Lonjakan Mudik

KM Sabuk Nusantara 59, yang sejatinya memiliki jadwal pelayaran dengan rute lebih luas, kini dioperasikan secara khusus untuk melayani jalur Gorontalo-Banggai. Langkah ini diambil guna menjawab lonjakan permintaan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik.

Jasra Yuzi Irawan menyatakan bahwa pengoperasian rute khusus ini bertujuan mengakomodasi tingginya permintaan pemudik. Pelayaran pulang pergi GorontaloBanggai akan berlangsung hingga tanggal 20 Maret, memastikan setiap pemudik dapat terangkut ke tujuan masing-masing.

Fokus rute ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di jalur transportasi lain dan memberikan alternatif yang efisien bagi pemudik. Penyesuaian jadwal dan rute menjadi strategi penting dalam manajemen arus mudik Lebaran.

Tiket Ludes Terjual dan Armada Kapal Tambahan

Antusiasme masyarakat untuk mudik menggunakan KM Sabuk Nusantara 59 sangat tinggi, terbukti dari habisnya tiket sejak delapan hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Kondisi ini menunjukkan bahwa transportasi laut masih menjadi pilihan utama bagi banyak pemudik di wilayah tersebut.

Selain KM Sabuk Nusantara 59, Pelabuhan Kota Gorontalo juga memiliki sembilan kapal penumpang lainnya yang siap melayani masyarakat. Armada ini terdiri dari satu kapal Tilong Kabila milik PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo serta delapan kapal perintis yang dioperasikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.

Rute pelayaran kapal-kapal ini sangat beragam, mencakup wilayah-wilayah strategis di kawasan Teluk Tomini seperti Pagimana, Luwuk, dan Banggai. Selain itu, beberapa kota besar lainnya seperti Ternate, Ambon, Bitung, Bau-Bau, Raha, hingga Makassar juga termasuk dalam jangkauan layanan.

Sinergi Posko Gabungan Jamin Keamanan Mudik

Untuk mendukung kelancaran dan keamanan arus mudik, pihak pelabuhan telah mengoperasikan Posko Gabungan di Pelabuhan Kota Gorontalo. Posko ini merupakan wujud sinergi antarlembaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pemudik.

Posko Gabungan melibatkan personel dari berbagai instansi, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Jasa Raharja, tenaga kesehatan, Pelindo, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Melalui kerja sama ini, seluruh pihak berupaya memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik melalui jalur laut dari Gorontalo. Sinergi ini juga bertujuan untuk mengantisipasi dan menangani berbagai kemungkinan yang terjadi selama masa angkutan Lebaran.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi