Persiapan matang telah dilakukan Terminal Tipe A Guntur Garut untuk menyambut Angkutan Lebaran 2026. Sebanyak 172 bus dari tiga perusahaan otobus (PO) siap melayani penumpang. Armada ini akan melayani rute ke kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta.
Kepala Terminal Tipe A Guntur, Bambang Rusdiana, memastikan semua bus sudah layak jalan dan siap beroperasi. Kesiapan ini bertujuan memberikan pelayanan optimal bagi pemudik. Terminal Guntur berkomitmen memastikan kelancaran arus mudik dan balik.
Kesiapan angkutan Lebaran ini mencakup pemeriksaan berkala terhadap kendaraan. Selain itu, kondisi kesehatan para sopir juga menjadi perhatian utama. Langkah-langkah ini diambil demi keselamatan dan kenyamanan seluruh penumpang.
Advertisement
Advertisement
Ketersediaan Armada dan Destinasi Angkutan Lebaran Garut
Terminal Tipe A Guntur Garut telah mengidentifikasi jumlah armada yang akan beroperasi selama periode Angkutan Lebaran 2026. Total 172 bus disiapkan dari tiga PO besar untuk memenuhi lonjakan permintaan. Kesiapan ini menunjukkan komitmen dalam melayani masyarakat.
PO Primajasa menjadi penyumbang armada terbanyak dengan 101 bus reguler dan 10 bus cadangan. PO Karunia Bakti menyiapkan 36 bus ditambah enam bus cadangan. Sementara itu, PO MGI menyediakan 16 bus dengan tiga bus cadangan.
Seluruh bus ini akan melayani rute antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun antar provinsi (AKAP). Destinasi utama meliputi kota-kota besar di Jawa Barat dan sekitarnya, seperti Bandung dan Jakarta. Persiapan ini memastikan ketersediaan transportasi yang memadai.
Advertisement
Advertisement
Pengecekan Kelayakan Kendaraan dan Kesehatan Pengemudi
Sebelum beroperasi, setiap bus yang akan melayani Angkutan Lebaran Garut wajib menjalani pemeriksaan kelayakan. Pengecekan ini dilakukan secara berkala oleh pihak terminal dan juga di bengkel PO masing-masing. Hal ini untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi.
Bambang Rusdiana menegaskan bahwa seluruh bus yang masuk Terminal Tipe A Guntur akan diperiksa ulang. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik kendaraan dan kelengkapan surat-surat. Hanya bus yang memenuhi syarat yang diizinkan mengangkut penumpang.
Selain kelayakan armada, kesehatan para sopir juga menjadi prioritas utama. Pihak terminal bersama instansi terkait menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir. Pemeriksaan ini juga mencakup tes penyalahgunaan narkoba.
Advertisement
Langkah ini penting untuk memastikan sopir dalam kondisi prima dan bebas dari pengaruh zat berbahaya. Kondisi sopir yang sehat dan fokus sangat krusial untuk perjalanan jarak jauh. Keselamatan penumpang adalah hal yang tidak bisa ditawar.
Advertisement
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, lonjakan penumpang pada arus mudik diprediksi terjadi pada H-4 Lebaran. Terminal Tipe A Guntur telah mempersiapkan diri untuk mengantisipasi kepadatan ini. Pengaturan alur penumpang akan dimaksimalkan.
Untuk arus balik, puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada H+6 atau H+7 setelah Lebaran. Prediksi ini mempertimbangkan durasi libur panjang tahun ini. Pihak terminal akan berkoordinasi untuk mengatur kelancaran arus balik.
Data tahun sebelumnya menunjukkan jumlah kedatangan penumpang bus ke Terminal Tipe A Guntur mencapai 81.970 orang. Sementara itu, jumlah pemberangkatan penumpang tercatat sebanyak 61.389 orang. Angka ini menjadi acuan dalam persiapan tahun ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews