Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyediakan layanan mudik gratis menggunakan angkutan laut dengan kapasitas mencapai 66.000 orang. Pendaftaran untuk program mudik gratis ini rencananya akan dibuka pada pekan ini. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung distribusi arus mudik yang lebih merata," kata Dudy dalam keterangan resminya pada Rabu (4/3).
Untuk informasi lebih lanjut, pendaftaran mudik gratis dengan kapal laut akan dibuka mulai tanggal 6 Maret 2026, dengan periode keberangkatan yang dijadwalkan antara 11 Maret hingga 6 April 2026.
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan diskon sebesar 30 persen untuk seluruh trayek kapal public service obligation (PSO) PT Pelni kelas ekonomi, yang mencakup lebih dari 445.000 tiket. Dudy menegaskan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026, terutama mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik tahun ini.
"Untuk kesekian kalinya saya menegaskan, tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan. Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama dan tidak dapat ditawar," tegasnya.
"Kualitas penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh integritas seluruh jajaran Kementerian Perhubungan. Tanpa integritas, kerja-kerja teknis yang baik sekalipun dapat kehilangan maknanya," kata Duddy.
Advertisement
Siapkan 841 Kapal Laut
Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 841 kapal yang mampu mengangkut sekitar 3,2 juta penumpang selama periode Angkutan Laut Lebaran 2026.
"Khusus untuk operasional angkutan laut Lebaran, pemerintah telah menyiapkan 841 kapal dengan total kapasitas angkut mencapai sekitar 3,2 juta penumpang. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan kesiapan armada dan layanan pelabuhan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran," ujar Dudy.
Ia menambahkan bahwa moda angkutan laut memiliki peran penting, terutama dalam melayani wilayah kepulauan, daerah terpencil, terluar, dan perbatasan. Proses uji kelaiklautan kapal telah dilakukan, mencakup berbagai jenis kapal seperti kapal penumpang, kapal penyeberangan, kapal cepat, kapal tradisional, hingga kapal wisata.
"Kita harus memastikan bahwa layanan angkutan laut selama Lebaran berlangsung aman, selamat, nyaman, tertib, dan lancar," tegasnya.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Korlantas Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menetapkan strategi pembagian pelabuhan penyeberangan untuk mengatasi kepadatan selama Angkutan Lebaran 2026.
Skema ini difokuskan pada lintas utama seperti Pelabuhan Merak-Pelabuhan Bakauheni serta Pelabuhan Ketapang--Pelabuhan Gilimanuk. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, mengungkapkan bahwa lonjakan mobilitas pemudik dan kendaraan akan diantisipasi melalui pembagian pelabuhan berdasarkan golongan dan sumbu kendaraan.
"Pengaturan ini bertujuan untuk memecah kepadatan dan mencegah penumpukan di satu titik," jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (2/3).
Advertisement
SKB Pengaturan Lalu Lintas dan Penyeberangan Lebaran 2026
Berdasarkan SKB Pengaturan Lalu Lintas dan Penyeberangan Lebaran 2026, arus mudik pada tanggal 13 hingga 20 Maret 2026 di lintas Merak-Bakauheni akan diatur dengan ketentuan tertentu. Kendaraan penumpang dan sebagian kendaraan kecil masih diperbolehkan melintas melalui Merak-Bakauheni, sementara sepeda motor serta kendaraan golongan tertentu akan dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan.
Truk besar dengan sumbu tiga atau lebih akan diarahkan ke Pelabuhan BBJ Bojonegara, atau dapat memanfaatkan jalur laut alternatif melalui Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera. Kendaraan barang yang tetap beroperasi selama masa pembatasan diwajibkan untuk menunggu di buffer zone yang telah disiapkan.
Pada arus balik yang berlangsung dari 23 hingga 29 Maret 2026, pola pengaturan yang sama akan diterapkan dengan pemisahan yang jelas antara kendaraan penumpang dan truk logistik, termasuk pengalihan ke Pelabuhan BBJ Muara Pilu dan titik penyangga yang ada di ruas tol Lampung.
Untuk lintas Ketapang-Gilimanuk pada periode 13 hingga 29 Maret 2026, penyeberangan akan diprioritaskan bagi pejalan kaki dan kendaraan kecil. Sementara itu, truk besar akan dibatasi dan diarahkan ke Dermaga Bulusan atau jalur alternatif lainnya, seperti Pelabuhan Tanjung Wangi menuju Pelabuhan Gilimas serta lintas Pelabuhan Jangkar ke Pelabuhan Lembar.