Menjaga Nyala Harapan dari Tanah Gayo, Kisah Perwira Energi di Jalur Distribusi Aceh

Di akhir tahun lalu, ia sempat terjebak longsor di dataran tinggi Tanah Gayo saat menjalankan tugas pengiriman BBM.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menjaga Nyala Harapan dari Tanah Gayo, Kisah Perwira Energi di Jalur Distribusi Aceh
Menjaga Nyala Harapan dari Tanah Gayo, Kisah Perwira Energi di Jalur Distribusi Aceh (Merdeka.com)

Bagi sebagian orang, Ramadan dan Idulfitri adalah momen berkumpul bersama keluarga. Namun bagi Mulhadi, Awak Mobil Tangki (AMT) PT Elnusa Petrofin, masa itu justru menjadi waktu untuk memastikan energi tetap mengalir hingga ke pelosok.

Mulhadi bertugas dari Fuel Terminal Lhokseumawe, melintasi rute Aceh Tengah hingga Bener Meriah jalur yang tidak selalu ramah bagi kendaraan distribusi. Di akhir tahun lalu, ia sempat terjebak longsor di dataran tinggi Tanah Gayo saat menjalankan tugas pengiriman BBM.

Akses jalan terputus, komunikasi lumpuh, dan ia bersama rekannya harus bertahan selama tiga hari sebelum berjalan kaki puluhan kilometer menuju titik aman.

Pengalaman itu tidak membuatnya surut. Sebaliknya, peristiwa tersebut mempertegas makna pekerjaannya.

"Dalam situasi sulit sekalipun, energi harus tetap hadir di tengah masyarakat. Saat bencana maupun saat momen penting seperti Ramadan dan Idulfitri, BBM sangat dibutuhkan untuk masyarakat, kendaraan logistik, hingga keadaan darurat. Itu menjadi energi kami terus melangkah dengan penuh harapan," ujarnya.

Kini, menjelang Satuan Tugas Ramadan–Idulfitri (Satgas RAFI) 2026 PT Pertamina (Persero), Mulhadi kembali melintasi jalur yang pernah terisolasi tersebut. Ia menyaksikan infrastruktur yang perlahan pulih dan aktivitas masyarakat yang mulai bangkit.

Setiap perjalanan distribusi bukan sekadar rutinitas kerja, melainkan bagian dari denyut pemulihan ekonomi daerah.

PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk., menjadi salah satu mitra distribusi energi dalam ekosistem Pertamina Group. Dalam momentum Satgas RAFI, perusahaan mengerahkan ribuan AMT dan armada mobil tangki yang terintegrasi dengan sistem pengawasan digital berbasis GPS dan CCTV.

Monitoring dilakukan secara real-time melalui Road Traffic Control (RTC) untuk memastikan penyaluran BBM dan Avtur tetap aman dan tepat waktu, termasuk di wilayah dengan tantangan geografis tinggi.

Direktur Operasi & Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, menegaskan bahwa kesiapan operasional selalu berjalan beriringan dengan aspek keselamatan.

"Distribusi energi pada saat momentum Ramadan–Idulfitri adalah misi pelayanan nasional. Kami memastikan seluruh AMT, armada mobil tangki, dan sistem monitoring seperti Road Traffic Control (RTC) beroperasi dalam kondisi optimal. Pengalaman di berbagai kondisi darurat, termasuk bencana alam, menjadi pembelajaran berharga dalam memperkuat mitigasi risiko dan kesiapan operasional kami," jelas Ferdiansyah.

Menurutnya, kebutuhan energi pada periode Ramadan dan Idulfitri meningkat signifikan seiring mobilitas masyarakat. Karena itu, dukungan sistem, pengaturan jam kerja, hingga penyediaan rest area khusus bagi pengemudi menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan dan kebugaran para AMT.

"Energi adalah fondasi mobilitas dan aktivitas masyarakat, terutama di momen Ramadan dan Idulfitri ketika kebutuhan meningkat signifikan. Di balik setiap liter BBM yang tersalurkan, terdapat semangat pengabdian para pejuang energi di lapangan. Kami memastikan mereka didukung sistem, perlindungan, dan koordinasi optimal agar dapat menjalankan tugas dengan aman dan nyaman," ujarnya.

Gambaran Distribusi Energi

Perwira Energi di Jalur Distribusi Aceh
Perwira Energi di Jalur Distribusi Aceh merdeka.com

Kisah Mulhadi menjadi gambaran bahwa distribusi energi bukan hanya soal logistik dan angka, tetapi tentang keberlanjutan kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Jalur Berliku

Di tengah jalur berliku dan risiko alam, para perwira energi terus bergerak menjaga pasokan tetap tersedia, agar masyarakat dapat beribadah, bekerja, dan merayakan hari raya dengan tenang.

Di dataran tinggi Aceh yang pernah sunyi akibat longsor, kini kendaraan tangki kembali melintas. Bersamanya, harapan ikut berjalan.

Rekomendasi