Pemkab Bangka Bina Pedagang Makanan Olahan Ramadhan 2026, Jamin Keamanan Pangan dan Dukung UMKM

Pemkab Bangka bina pedagang makanan olahan Ramadhan 2026 di Sungailiat, memastikan keamanan pangan takjil serta memfasilitasi ratusan UMKM dengan tenda gratis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Bangka Bina Pedagang Makanan Olahan Ramadhan 2026, Jamin Keamanan Pangan dan Dukung UMKM
Pemkab Bangka bina pedagang makanan olahan Ramadhan 2026 di Sungailiat, memastikan keamanan pangan takjil serta memfasilitasi ratusan UMKM dengan tenda gratis. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengambil langkah proaktif menjelang bulan suci Ramadhan 2026. Mereka fokus membina pedagang makanan olahan. Pembinaan ini bertujuan memastikan produk yang dijual kepada masyarakat aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Bupati Bangka, Fery Insani, menegaskan pentingnya pemahaman pedagang mengenai standar keamanan pangan. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah melindungi konsumen dari bahan berbahaya. Langkah ini juga mendukung keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Selain pembinaan, Pemkab Bangka juga akan memfasilitasi ratusan pelaku UMKM dengan menyediakan tenda. Tenda-tenda ini akan menjadi lapak berjualan produk takjil Ramadhan di lokasi strategis. Program ini diharapkan dapat meningkatkan geliat ekonomi lokal selama bulan puasa.

Bupati Fery Insani menekankan bahwa makanan yang aman dan sehat harus bebas dari bahan berbahaya. Contohnya seperti pewarna pakaian atau zat aditif terlarang lainnya. Hal ini menjadi fokus utama dalam setiap sesi pembinaan yang diberikan kepada para pedagang.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan turut serta dalam pengawasan. Petugas kesehatan dari BPOM akan mengambil sampel makanan takjil dari pedagang. Sampel tersebut kemudian akan diperiksa di laboratorium.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua makanan takjil yang beredar selama Ramadhan benar-benar aman. Ini juga sekaligus mencegah peredaran produk yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemkab Bangka dalam menjaga kualitas pangan.

Pemkab Bangka akan memfasilitasi sekitar 50 hingga 60 unit tenda bagi ratusan pelaku UMKM. Tenda-tenda ini akan digunakan sebagai tempat penjualan produk makanan takjil Ramadhan. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan wadah yang layak bagi para pedagang.

Program fasilitasi pemasaran produk UMKM ini akan dikemas dalam "Ramadhan Fair 2026". Pelaksanaannya merupakan hasil kerja sama dengan pengurus Masjid Agung Sungailiat. Lokasi tenda strategis di pinggir jalan depan Masjid Agung Sungailiat.

Bupati Fery Insani menjelaskan bahwa program ini tidak berorientasi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Oleh karena itu, biaya sewa tenda akan ditetapkan melalui musyawarah. Tujuannya agar tidak membebani para pelaku UMKM.

Meskipun demikian, pedagang yang menempati tenda akan dibebani biaya listrik. Mereka juga diwajibkan untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar area berjualan. Aspek kebersihan menjadi prioritas utama demi kenyamanan bersama.

Aspek kebersihan lingkungan menjadi perhatian serius dari Bupati Bangka. Ia meminta agar para pedagang benar-benar memperhatikan kebersihan. Sampah tidak boleh berserakan di area Ramadhan Fair.

Setiap pedagang diimbau untuk menyiapkan kotak sampah pribadi. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab kolektif dalam menjaga kebersihan. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana belanja yang nyaman dan sehat bagi pengunjung.

Selain berbelanja takjil, masyarakat juga dapat menikmati berbagai kegiatan menarik lainnya. Masjid Agung Sungailiat akan menyelenggarakan lomba dan kajian Islam. Ini akan menambah semarak Syiar Ramadhan di Kabupaten Bangka.

Berbagai aktivitas Syiar Ramadhan lainnya juga akan diselenggarakan. Ini memberikan nilai tambah bagi pengunjung Ramadhan Fair 2026. Acara ini bukan hanya pasar takjil, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan komunitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi