Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, secara resmi mengumumkan penambahan kuota pupuk bersubsidi untuk musim tanam 2026 ini. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk menggenjot hasil produksi pangan para petani lokal. Kebijakan ini juga selaras dengan program pemerintah pusat dalam mencapai swasembada pangan nasional.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Kabupaten Sampang, Nurdin, menjelaskan bahwa penambahan kuota ini berdasarkan usulan Pemkab Sampang pada akhir tahun 2025. Usulan tersebut diajukan karena adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan volume tanam di wilayah tersebut.
Nurdin menegaskan bahwa penambahan jatah pupuk bersubsidi sangat krusial bagi program peningkatan hasil pertanian yang tengah digalakkan Pemkab Sampang. Peningkatan ini diharapkan mampu mengatasi persoalan kelangkaan pupuk yang kerap dihadapi petani.
Advertisement
Advertisement
Rincian Peningkatan Kuota Pupuk Bersubsidi di Sampang
Penambahan kuota pupuk bersubsidi yang disetujui meliputi tiga jenis utama yang sangat dibutuhkan petani. Jenis-jenis pupuk tersebut adalah Pupuk Urea, Pupuk NPK, dan Pupuk Organik. Kenaikan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman secara optimal.
Untuk Pupuk Urea, kuota meningkat signifikan dari 22.956 ton pada musim tanam 2025 menjadi 26.320 ton untuk musim tanam 2026. Sementara itu, Pupuk NPK mengalami kenaikan dari 20.108 ton menjadi 22.047 ton. Pupuk organik juga tidak ketinggalan, dengan peningkatan dari 3.339 ton menjadi 5.077 ton.
Data peningkatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor pertanian di Sampang. Peningkatan alokasi ini merupakan respons terhadap usulan yang disampaikan Pemkab Sampang. Hal ini juga menunjukkan bahwa kebutuhan riil petani telah dipertimbangkan dalam penetapan kebijakan.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pemkab Sampang dalam Mendukung Produksi Pangan
Selain penambahan kuota pupuk, Pemkab Sampang juga memiliki strategi lain untuk meningkatkan produksi pangan. Salah satu inisiatif penting adalah pemanfaatan lahan tidur yang tersebar di wilayah tersebut. Lahan-lahan ini akan dioptimalkan untuk kegiatan pertanian.
Kerja sama erat antara Pemkab Sampang dengan Polri dan TNI menjadi kunci dalam pelaksanaan program ini. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan pemanfaatan lahan tidur dapat berjalan efektif dan memberikan hasil maksimal. Upaya ini diharapkan dapat memperluas area tanam dan meningkatkan volume panen.
Nurdin menjelaskan bahwa usulan penambahan kuota pupuk bersubsidi diajukan kepada pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan input pertanian seiring dengan program peningkatan volume tanam.
Advertisement
Advertisement
Harapan dan Komitmen Pengawasan Penyaluran Pupuk
Nurdin menyampaikan kabar baik ini kepada para petani melalui penyuluh pertanian di Kabupaten Sampang. Dengan peningkatan kuota dan pembenahan data penerima, diharapkan persoalan kelangkaan pupuk dapat diminimalisasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Bumi Bahari secara berkelanjutan.
Tugas selanjutnya bagi Disperta-KP Sampang adalah memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan sesuai ketentuan. Penyaluran harus tepat sasaran, menjangkau petani yang berhak. Pembelian pupuk juga wajib sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Pengawasan ketat akan dilakukan untuk mencegah praktik penyelewengan atau penimbunan pupuk. Komitmen ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pupuk bagi petani. Dengan demikian, program peningkatan produksi pangan dapat berjalan lancar.
Advertisement
Sumber: AntaraNews