SADESAHE Bengkulu: Memperkuat Fondasi Ketahanan Pangan Daerah Melalui Desa

Program Satu Desa Satu Hektare (SADESAHE) Bengkulu berhasil memperkuat ketahanan pangan daerah dengan melibatkan ribuan desa dalam budidaya jagung hibrida, memastikan ketersediaan pangan dari tingkat paling bawah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
SADESAHE Bengkulu: Memperkuat Fondasi Ketahanan Pangan Daerah Melalui Desa
Program Satu Desa Satu Hektare (SADESAHE) Bengkulu berhasil memperkuat ketahanan pangan daerah dengan melibatkan ribuan desa dalam budidaya jagung hibrida, memastikan ketersediaan pangan dari tingkat paling bawah. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Bengkulu menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketersediaan pangan melalui implementasi Program Satu Desa Satu Hektare (SADESAHE) jagung hibrida. Inisiatif ini telah berhasil melibatkan ribuan desa di seluruh wilayah Bengkulu, menunjukkan dampak positif yang signifikan.

Program SADESAHE bertujuan utama membangkitkan kembali semangat bertani di kalangan masyarakat desa, menjadikannya fondasi utama ketahanan pangan lokal. Melalui konsep ini, setiap desa atau kelurahan diharapkan memiliki minimal satu hektare lahan tanam produktif.

Keberhasilan program ini terlihat dari luasan tanam yang telah mencapai lebih dari 1.299 hektare, tersebar di 1.298 desa. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan secara langsung menyampaikan hal ini saat panen raya di Desa Tanah Hitam, Bengkulu Utara.

Mendorong Kemandirian Pangan dari Tingkat Desa

Program SADESAHE Bengkulu dirancang untuk mendorong setiap desa atau kelurahan agar memiliki minimal satu hektare lahan produktif. Hal ini bertujuan agar ketersediaan pangan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar daerah.

Gubernur Helmi Hasan menekankan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat basis ketahanan pangan daerah. Dengan demikian, masyarakat desa dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka sehari-hari.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah menjadi kunci keberhasilan program. Kolaborasi ini mendukung penuh kebijakan ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Hingga saat ini, SADESAHE telah menjangkau 1.298 desa dengan total lahan tanam jagung hibrida seluas lebih dari 1.299 hektare. Ini mencakup seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

Apresiasi dan Pemanfaatan Dana untuk Masa Depan

Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan penghargaan berupa hadiah uang tunai untuk memotivasi desa-desa yang berpartisipasi aktif dalam SADESAHE. Penghargaan ini diharapkan dapat lebih menyemangati upaya mewujudkan ketahanan pangan.

Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, berhasil meraih juara pertama dan menerima hadiah sebesar Rp1 miliar. Keberhasilan ini didapatkan atas pengelolaan lahan jagung hibrida yang optimal.

Gubernur Helmi Hasan mengimbau agar dana hadiah tersebut dimanfaatkan secara bijak untuk memperluas lahan tanam. Ia juga menyarankan agar dana tersebut dijadikan aset desa guna memperkuat basis ketahanan pangan jangka panjang, bukan untuk kepentingan konsumtif.

Beliau menegaskan bahwa pembelian lahan baru akan menjadi kebanggaan desa, berbeda dengan pembagian uang yang berpotensi memicu konflik. Dengan demikian, setiap desa diharapkan memiliki lahan pertanian produktifnya sendiri.

Komitmen Berkelanjutan dan Diversifikasi Pangan

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono turut menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan memerlukan keterlibatan semua pihak. Ini mencakup pemerintah daerah, desa, kelompok tani, hingga para penyuluh pertanian.

Menurut Kapolda, program SADESAHE Bengkulu harus terus dikembangkan sebagai gerakan berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus menjaga stabilitas pangan dan keamanan di Provinsi Bengkulu.

Rangkaian kegiatan panen raya jagung ditutup dengan penanaman simbolis umbi uwi ungu. Aksi ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat diversifikasi pangan dan ketahanan pangan berkelanjutan di wilayah Bengkulu.

Diversifikasi pangan ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas. Ini juga memastikan ketersediaan berbagai sumber nutrisi bagi masyarakat, sejalan dengan upaya ketahanan pangan nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi