Pemprov Kaltim Uji Ketahanan Jembatan Mahakam Ulu Pasca Tiga Kali Ditabrak Tongkang

Dinas PUPR-Pera Kaltim menguji ketahanan Jembatan Mahakam Ulu di Samarinda setelah tiga kali ditabrak tongkang dalam 60 hari terakhir, memicu kekhawatiran akan kondisi struktur dan keselamatan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Kaltim Uji Ketahanan Jembatan Mahakam Ulu Pasca Tiga Kali Ditabrak Tongkang
Dinas PUPR-Pera Kaltim menguji ketahanan Jembatan Mahakam Ulu di Samarinda setelah tiga kali ditabrak tongkang dalam 60 hari terakhir, memicu kekhawatiran akan kondisi struktur dan keselamatan. (AntaraNews)

Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kalimantan Timur segera melakukan pengujian ketahanan Jembatan Mahakam Ulu di Samarinda. Langkah ini diambil menyusul insiden tabrakan tongkang pada Minggu (25/01/2026), yang merupakan insiden ketiga kalinya jembatan tersebut dihantam dalam kurun waktu 60 hari terakhir.

Pengujian ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan integritas struktural Jembatan Mahakam Ulu yang vital bagi mobilitas warga serta perekonomian daerah. Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Kaltim, Muhammad Muhran, menyatakan timnya langsung bergerak ke lapangan pada pukul 10.00 Wita setelah menerima informasi insiden.

Evaluasi cepat ini sangat krusial mengingat frekuensi benturan berulang yang dialami Jembatan Mahakam Ulu dalam rentang waktu singkat. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya kerusakan signifikan pada beberapa bagian jembatan, yang memerlukan kajian lebih lanjut.

Dampak Insiden Berulang pada Jembatan Mahakam Ulu

Insiden tabrakan terbaru oleh tongkang Marine Power 3066 menyebabkan kerusakan yang terlihat jelas pada Jembatan Mahakam Ulu. Tim teknis DPUPR-Pera Kaltim menemukan satu unit fender di sisi Samarinda-Loa Buah dalam kondisi miring, gompal, tergores, hingga mengalami retakan.

Pilar delapan dan pilar sembilan Jembatan Mahakam Ulu juga tidak luput dari dampak insiden tersebut. Pada kedua pilar ditemukan bekas goresan serta bagian beton yang gompal, mengindikasikan tekanan signifikan akibat benturan.

Muhammad Muhran menekankan bahwa kesehatan struktur Jembatan Mahakam Ulu menjadi perhatian utama. Akumulasi benturan berulang dalam rentang waktu yang sangat singkat menimbulkan kekhawatiran serius terhadap daya tahan jembatan dan potensi risiko jangka panjang.

Langkah Evaluasi dan Mitigasi Struktur Jembatan

Untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai kondisi Jembatan Mahakam Ulu, DPUPR-Pera Kaltim kini menggandeng tim konsultan ahli. Tim ini akan memeriksa tingkat kemiringan pilar, kerataan lantai jembatan, hingga kondisi sambungan siar muat secara mendetail.

Data hasil pengukuran geometri yang baru akan dikombinasikan dengan hasil uji dinamis yang sebelumnya sudah dilakukan oleh otoritas terkait pada pekan lalu. Pendekatan ini diharapkan memberikan analisis yang akurat tentang kekuatan dan stabilitas Jembatan Mahakam Ulu secara keseluruhan.

Sebagai langkah mitigasi awal, fokus saat ini adalah pengamanan pilar di sisi Loa Buah yang dinilai paling berisiko karena sudah tidak memiliki pelindung fender. Selain itu, pembatasan kendaraan di atas delapan ton tetap diberlakukan secara ketat.

Pembatasan ini bertujuan meminimalisir beban tambahan pada struktur Jembatan Mahakam Ulu yang sedang dalam masa evaluasi. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk langkah selanjutnya.

Koordinasi dan Informasi Publik Terkait Kondisi Jembatan

Menyikapi kondisi Jembatan Mahakam Ulu yang telah berulang kali ditabrak, DPUPR-Pera Kaltim tengah mempertimbangkan opsi penutupan total bagi kendaraan bertonase besar. Keputusan ini akan diambil setelah berkoordinasi dengan KSOP dan Pelindo untuk memastikan kelancaran logistik dan keselamatan pengguna jalan.

Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga aset vital infrastruktur. Kesehatan struktur Jembatan Mahakam Ulu sangat penting untuk menjamin keselamatan pengguna jalan serta kelancaran arus barang dan jasa di wilayah Samarinda.

Pihak DPUPR-Pera Kaltim menambahkan bahwa hasil kajian teknis komprehensif mengenai kondisi terkini Jembatan Mahakam Ulu akan segera disampaikan kepada publik. Transparansi ini penting untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada masyarakat mengenai upaya pemeliharaan jembatan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi