Pemprov Jateng Siapkan Trans Jateng Gelangmanggung untuk Tingkatkan Konektivitas Wilayah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen mengembangkan Trans Jateng Gelangmanggung koridor Magelang-Temanggung mulai 2027, bertujuan meningkatkan konektivitas dan efisiensi biaya transportasi warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Jateng Siapkan Trans Jateng Gelangmanggung untuk Tingkatkan Konektivitas Wilayah
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen mengembangkan Trans Jateng Gelangmanggung koridor Magelang-Temanggung mulai 2027, bertujuan meningkatkan konektivitas dan efisiensi biaya transportasi warga. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berencana meluncurkan moda transportasi massal Trans Jateng koridor Magelang-Temanggung atau Gelangmanggung. Inisiatif ini dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2027 mendatang.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan komitmen kuat Pemprov Jateng dalam pengembangan transportasi massal berbasis aglomerasi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Proyek ini mencakup kawasan aglomerasi Gelangmanggung, meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung. Tujuannya adalah memangkas pengeluaran transportasi masyarakat serta mendukung sektor pariwisata.

Pengembangan Transportasi Massal di Aglomerasi Gelangmanggung

Pemprov Jateng menunjukkan keseriusan dalam mewujudkan sistem transportasi terintegrasi di wilayahnya. Gubernur Ahmad Luthfi secara langsung mengukuhkan rencana pengembangan Trans Jateng Gelangmanggung pada 2027. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya besar untuk memperkuat infrastruktur transportasi publik.

Kawasan aglomerasi Gelangmanggung, yang menjadi fokus utama proyek ini, meliputi tiga wilayah penting. Ketiga wilayah tersebut adalah Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung. Integrasi ini diharapkan menciptakan jaringan transportasi yang lebih efisien dan mudah diakses.

Tujuan utama dari pengembangan moda transportasi massal berbasis aglomerasi ini sangat jelas. Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, Trans Jateng Gelangmanggung juga diproyeksikan untuk memangkas pengeluaran transportasi masyarakat. Ini akan memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dan kesejahteraan warga.

"Kehadiran koridor baru ini diharapkan tidak hanya mendukung mobilitas harian masyarakat dan sektor pariwisata, tetapi juga menekan biaya transportasi warga," kata Gubernur Ahmad Luthfi.

Rute dan Persiapan Operasional Trans Jateng Gelangmanggung

Koridor Trans Jateng Gelangmanggung telah direncanakan untuk melayani rute strategis yang menghubungkan tiga titik vital. Rute tersebut akan mencakup Terminal Maron di Kabupaten Temanggung, Terminal Tidar di Kota Magelang, dan Terminal Borobudur di Kabupaten Magelang. Sebanyak 14 armada bus akan disiapkan untuk mendukung operasional layanan ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng Arief Djatmiko menjelaskan bahwa koridor Magelang-Temanggung adalah bagian integral dari sistem transportasi terintegrasi. Sistem ini dirancang seiring dengan pengembangan kawasan aglomerasi Gelangmanggung. Persiapan komprehensif sedang dilakukan untuk memastikan kelancaran proyek.

"Persiapan pengembangan aglomerasi ini diawali dengan membangun komitmen bersama untuk integrasi dan kolaborasi sistem transportasi, mulai dari sistem primer hingga kota dan desa," ujar Arief Djatmiko. Komitmen ini telah diformalkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara Gubernur Ahmad Luthfi dengan para bupati dan wali kota di wilayah pengembangan Gelangmanggung.

Dukungan penuh datang dari pemerintah daerah setempat, termasuk Wali Kota Magelang Damar Prasetyono. Ia menyebut langkah ini sebagai awal penting dalam membangun sistem transportasi yang saling terhubung antarwilayah. "Ini komitmen bersama Magelang-Temanggung untuk merancang mobilitas warga yang lebih terhubung, nyaman, dan berkelanjutan. Lewat kolaborasi aglomerasi, transportasi tidak lagi berdiri sendiri, tetapi saling menguatkan antarwilayah," tegas Damar Prasetyono. Saat ini, Dishub Provinsi Jawa Tengah sedang menyusun Detailed Engineering Design (DED) serta melanjutkan sosialisasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait rencana pembukaan koridor tersebut.

Dampak dan Manfaat serta Tarif Khusus Trans Jateng

Kehadiran Trans Jateng Gelangmanggung diharapkan membawa dampak signifikan bagi masyarakat dan sektor pariwisata. Dengan adanya moda transportasi massal yang terintegrasi, mobilitas harian warga akan menjadi lebih mudah dan efisien. Hal ini juga akan mendukung aksesibilitas ke berbagai destinasi wisata di kawasan Gelangmanggung.

Salah satu manfaat utama yang disoroti adalah potensi menekan biaya transportasi warga. Pemprov Jateng menyadari beban biaya transportasi yang ditanggung masyarakat. Oleh karena itu, Trans Jateng Gelangmanggung dirancang untuk menawarkan solusi perjalanan yang lebih terjangkau.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat, Pemprov Jateng juga menerapkan tarif khusus yang sangat terjangkau. Pelajar, mahasiswa, buruh, veteran, dan lansia dapat menikmati tarif Rp 1.000, dari tarif normal Rp 2.000. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jateng Nomor 100.3.3.1/124 tanggal 30 April 2025 tentang Tarif Angkutan Aglomerasi Perkotaan Trans Jateng.

Layanan Trans Jateng sendiri telah menunjukkan kinerja yang positif. Sepanjang tahun 2025, layanan ini telah mengangkut 10,2 juta penumpang di tujuh koridor yang berbeda. Total 115 unit bus beroperasi di berbagai rute, termasuk Semarang-Bawen (Kedungsepur), Purwokerto-Purbalingga (Barlingmascakep), Semarang-Kendal (Kedungsepur), Magelang-Purworejo (Purwomanggung), Solo-Sragen (Subosukawonosraten), Semarang-Grobogan (Kedungsepur), serta Solo-Wonogiri (Subosukawonosraten). Keberhasilan ini menjadi landasan kuat untuk pengembangan koridor Trans Jateng Gelangmanggung.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi