Wali Kota Bukittinggi Genjot Penataan Pasa Ateh, Los Kosong Akan Disegel dan Disewakan

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, serius melakukan penataan Pasa Ateh dengan mengimbau pedagang memaksimalkan los dan akan menyegel toko yang tidak digunakan untuk mencegah kerugian negara serta mendukung program "PKL Naik Kelas".

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wali Kota Bukittinggi Genjot Penataan Pasa Ateh, Los Kosong Akan Disegel dan Disewakan
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, serius melakukan penataan Pasa Ateh dengan mengimbau pedagang memaksimalkan los dan akan menyegel toko yang tidak digunakan untuk mencegah kerugian negara serta mendukung program "PKL Naik Kelas". (AntaraNews)

Optimalisasi Los Pertokoan dan Penertiban Pedagang

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, secara tegas mengimbau para pedagang untuk segera memaksimalkan pemanfaatan los di pertokoan Pasa Ateh. Imbauan ini muncul karena masih banyak los yang terlihat kosong dan belum ditempati oleh para penyewa. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali pusat perbelanjaan ikonik tersebut.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi berencana melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pertokoan di Pasa Ateh, termasuk menyegel los yang tidak digunakan. Selain itu, teras pasar juga akan segera disewakan guna menambah keramaian di kawasan pusat perbelanjaan yang berlokasi dekat Jam Gadang ini. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih dinamis dan produktif.

Dinas Pasar telah diperintahkan untuk menindaklanjuti kondisi ini dengan menyegel toko-toko yang tidak difungsikan oleh pedagang. Jika los tersebut tetap tidak digunakan, Pemkot Bukittinggi akan menawarkannya kepada pihak yang berminat, termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang ada di sekitar area tersebut. Inisiatif ini juga mencakup program "PKL Naik Kelas" yang menjadi fokus utama pemerintah kota.

Penataan Pasa Ateh: Langkah Tegas Terhadap Los Kosong

Wali Kota Ramlan Nurmatias menekankan pentingnya optimalisasi setiap los pertokoan di Pasa Ateh untuk mencegah potensi kerugian negara. Banyak toko yang ditemukan dalam kondisi tertutup dan tidak beroperasi dalam waktu lama, padahal telah dialokasikan kepada pedagang. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemkot Bukittinggi dalam upaya penataan Pasa Ateh.

Dinas Pasar akan bertindak tegas dengan menyegel los yang tidak dimanfaatkan oleh pedagang sesuai ketentuan yang berlaku. Tindakan ini diambil setelah adanya temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai banyaknya toko yang tidak difungsikan. Situasi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian finansial bagi negara jika dibiarkan terus-menerus tanpa ada tindakan.

Bagi pedagang yang memiliki kartu kuning untuk menempati toko namun tidak menggunakannya, hak penempatan mereka akan ditarik. Los tersebut kemudian akan diserahkan kepada pedagang lain yang lebih membutuhkan dan berkomitmen untuk berdagang. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pemerataan kesempatan berdagang dan efektivitas penggunaan fasilitas pasar.

Program "PKL Naik Kelas" dan Penawaran Sewa Gratis

Sebagai bagian dari program "PKL Naik Kelas", Pemkot Bukittinggi akan memberikan kesempatan kepada pedagang kaki lima untuk menempati los yang disegel. Bahkan, pemerintah kota berencana menggratiskan biaya sewa selama empat bulan pertama bagi penyewa baru. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung para PKL agar memiliki tempat usaha yang lebih layak dan terstruktur.

Penertiban pedagang kaki lima yang berjualan di lokasi tidak diperbolehkan juga menjadi fokus utama Pemkot Bukittinggi. Dengan menyediakan los kosong di Pasa Ateh, diharapkan para PKL dapat berpindah ke tempat yang lebih resmi dan teratur. Hal ini akan menciptakan lingkungan pasar yang lebih rapi dan nyaman bagi pengunjung.

Upaya penataan Pasa Ateh ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pusat perbelanjaan tersebut. Dengan adanya penawaran sewa gratis dan penertiban PKL, diharapkan terjadi peningkatan jumlah pedagang dan pengunjung. Ini akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan para pelaku usaha di Bukittinggi.

Potensi Ekonomi dan Pemanfaatan Ruang Strategis

Pemkot Bukittinggi juga membuka peluang bagi masyarakat umum yang berminat untuk menyewa los di Pasa Ateh. Beberapa titik kosong yang strategis, termasuk di lantai satu, dua, tiga, hingga area atap (rooftop), dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha. Potensi ini sangat besar untuk pengembangan kafe, pujasera (food court), atau jenis usaha kreatif lainnya.

Ketersediaan ruang-ruang strategis ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor dan pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis di pusat kota. Dengan lokasi yang berada di kawasan Jam Gadang, Pasa Ateh memiliki potensi pasar yang besar dan aksesibilitas yang mudah dijangkau. Ini adalah kesempatan emas untuk meramaikan kembali Pasa Ateh.

Pihak Dinas Pasar siap memberikan informasi lebih lanjut bagi masyarakat yang tertarik untuk menyewa los atau ruang usaha di Pasa Ateh. Pemerintah kota berkomitmen untuk menata dan meramaikan Pasa Ateh secara berkelanjutan. Fokus ini akan terus berlanjut hingga tahun 2026, menunjukkan keseriusan Pemkot dalam merevitalisasi pasar tersebut.

Komitmen Jangka Panjang dan Sosialisasi Menyeluruh

Wali Kota Ramlan Nurmatias menegaskan bahwa Pemkot Bukittinggi tidak akan membiarkan potensi kerugian negara akibat los yang tidak difungsikan. Sosialisasi intensif akan dilakukan kepada seluruh pedagang mengenai kebijakan baru ini. Tujuannya adalah agar pedagang segera menggunakan tokonya untuk berdagang atau menyerahkan haknya kepada pihak lain.

Komitmen pemerintah daerah untuk menata Pasa Ateh tidak hanya berfokus pada penertiban, tetapi juga pada pengembangan potensi ekonomi. Dengan memanfaatkan setiap sudut Pasa Ateh, diharapkan dapat tercipta ekosistem bisnis yang lebih hidup. Ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Bukittinggi.

Proses penataan ini akan melibatkan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran dan keberhasilannya. Dengan visi menjadikan Pasa Ateh sebagai pusat perbelanjaan yang modern dan ramai, Pemkot Bukittinggi berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan dan pembeli. Ini sekaligus mendukung citra Bukittinggi sebagai kota pariwisata yang menarik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi