Indonesia Connect, Wapres Gibran: Ekonomi, Pangan, dan Energi Kunci Masa Depan Bangsa

Dalam acara Indonesia Connect Outlook 2026, Wakil Presiden Gibran menekankan perlunya pengembangan sektor ekonomi, energi, dan pangan.

Arief Rahman H
Oleh Arief Rahman H - Reporter
Indonesia Connect, Wapres Gibran: Ekonomi, Pangan, dan Energi Kunci Masa Depan Bangsa
Video sambutan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Indonesia Connect Outlook 2026, The Hall Senayan City, SCTV Tower, Jakarta. (Liputan6.com/Arief) (© 2025 Liputan6.com)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan bahwa ada tiga faktor krusial yang akan menentukan masa depan Indonesia, yaitu ekonomi, energi, dan pangan. Ketiga sektor tersebut menjadi fokus utama bagi pemerintah saat ini dan di masa mendatang.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara Indonesia Connect Outlook 2026 yang menjadi forum diskusi mengenai isu-isu tersebut.

"Saya meyakini acara ini dapat menjadi sarana dalam menjalin kolaborasi dan menghasilkan gagasan-gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa," ujar Gibran dalam video sambutannya di Indonesia Connect Outlook 2026, yang berlangsung di The Hall Senayan City, SCTV Tower, Jakarta, seperti yang dikutip pada Kamis (4/12).

Gibran mengakui bahwa tantangan yang akan dihadapi ke depan tidaklah mudah, terutama dengan adanya perubahan dalam ekonomi dan geopolitik global saat ini. Oleh karena itu, sektor-sektor ekonomi, energi, dan pangan harus menjadi prioritas nasional.

"Hal terkait ekonomi, energi, dan pangan adalah hal utama yang menentukan masa depan suatu bangsa. Ini sejalan dengan program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo yaitu terkait ketahanan pangan, ketahanan energi, dan kemandirian ekonomi," tambahnya.

Gibran mengajak semua pihak, termasuk akademisi, pengusaha, dan generasi muda, untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa Indonesia.

Dia menegaskan bahwa "pemerintah tidak akan pernah bisa bekerja sendirian, pemerintah butuh peran serta seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan pembangunan nasional yang berkeadilan dan mensejahterakan masyarakat," tandasnya.

Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan pembangunan yang dilakukan dapat lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan yang ada dan mencapai tujuan bersama untuk kemajuan bangsa.

3 Sektor Utama

Wapres Gibran di Indonesia Connect: Ekonomi, Pangan dan Energi Jadi Penentu Masa Depan Bangsa
Video sambutan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Indonesia Connect Outlook 2026, The Hall Senayan City, SCTV Tower, Jakarta. (Liputan6.com/Arief) © 2025 Liputan6.com

Sebelumnya, Sutanto Hartono, Managing Director PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK), mengidentifikasi tiga sektor utama yang akan menjadi pilar untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik, termasuk dalam bidang perekonomian dan ketahanan pangan. Seluruh isu tersebut dibahas dalam acara Indonesia Connect Outlook 2026.

Sutanto menjelaskan ada tiga fokus utama yang perlu diperhatikan. Pertama, adalah perekonomian nasional yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, disertai dengan efisiensi industri yang juga harus meningkat.

"Sehingga memungkinkan perusahaan Indonesia untuk bersaing dan dapat memperluas lapangan kerja dan dengan kinerja yang membaik, mampu untuk memberikan kesejahteraan yang lebih tinggi bagi masyarakat maupun masyarakat sekitarnya," kata Sutanto saat membuka acara Indonesia Connect Outlook 2026, yang berlangsung di The Hall Senayan City, SCTV Tower, Jakarta, seperti yang dikutip pada Kamis (4/12).

Makanan Bergizi Tanpa Biaya

Wapres Gibran di Indonesia Connect: Ekonomi, Pangan dan Energi Jadi Penentu Masa Depan Bangsa
Video sambutan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Indonesia Connect Outlook 2026, The Hall Senayan City, SCTV Tower, Jakarta. (Liputan6.com/Arief) © 2025 Liputan6.com

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu topik penting yang diperbincangkan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, MBG diharapkan menjadi program unggulan pemerintah yang dapat menjangkau masyarakat dengan cepat.

"Patut dicatat sebagai suatu prestasi yang membanggakan bahwa program makan bergizi gratis ini adalah program makanan bergizi gratis yang paling cepat diimplementasikan di seluruh dunia, dimana kurang dari satu tahun sudah bisa melayani lebih dari 40 juta penduduk Indonesia," ungkapnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan kebutuhan gizi bagi rakyat.

MBG tidak hanya fokus pada penyediaan makanan gratis, tetapi juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja baru. Dengan adanya program ini, banyak masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dapat terlibat dalam penyediaan makanan bergizi.

"Di samping peningkatan gizi, anak usia muda yang di masa datang akan memiliki tingkat kesehatan dan intelektual yang juga lebih baik dibanding generasi sebelumnya," kata Sutanto.

Ini menunjukkan bahwa MBG memiliki dampak positif yang luas, tidak hanya dalam aspek kesehatan tetapi juga dalam pengembangan sumber daya manusia di masa depan.

Ketahanan Pangan Aspek Krusial

Wapres Gibran di Indonesia Connect: Ekonomi, Pangan dan Energi Jadi Penentu Masa Depan Bangsa
Video sambutan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Indonesia Connect Outlook 2026, The Hall Senayan City, SCTV Tower, Jakarta. (Liputan6.com/Arief) © 2025 Liputan6.com

Sutanto menekankan bahwa ketahanan pangan, yang merupakan tema ketiga dalam Indonesia Connect Outlook 2026, menjadi salah satu pilar penting untuk menghadapi perubahan global.

"Agenda ketahanan pangan menjadi pilar vital dalam memastikan kemandirian dan stabilitas bangsa terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik dan krisis iklim global," ujarnya.

Ia juga berharap bahwa pertemuan hari ini akan menghasilkan dialog yang produktif dan masukan yang konstruktif, sehingga kita dapat menyambut tahun 2026 dengan penuh harapan, optimisme, dan kinerja yang lebih baik untuk semua pihak.

Perlu dicatat bahwa Indonesia Connect Outlook 2026 diselenggarakan oleh EMTEK Media sebagai forum diskusi yang konstruktif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Forum ini mencakup perwakilan dari pemerintah sebagai pembuat kebijakan, pelaku bisnis, akademisi, serta masyarakat dan generasi muda. Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat tercipta solusi yang inovatif untuk tantangan yang dihadapi bangsa.

Rekomendasi