BJA Group, produsen palet kayu atau "wood pellet" terintegrasi, menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi menuju energi hijau terbarukan. Komitmen ini diwujudkan melalui praktik pengelolaan biomassa yang legal, berkelanjutan, dan bebas deforestasi. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan industri palet kayu di Indonesia.
Direktur Biomasa Jaya Abadi (BJA) Group, Zunaidi, menyatakan bahwa salah satu upaya konkret adalah aksi penanaman pohon gamal ke-20 juta. Penanaman ini dilakukan di area milik PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL) yang berlokasi di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara produksi energi dan pelestarian lingkungan.
"Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi industri wood pellet untuk membuktikan bahwa energi hijau dapat tumbuh sejalan dengan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat ketika seluruh proses dilakukan secara legal, berkelanjutan, dan terverifikasi," ujar Zunaidi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Tegas BJA Group untuk Keberlanjutan
PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL) memulai penanaman gamal pada Mei 2022. Hingga saat ini, total pohon gamal yang telah ditanam mencapai sekitar 20,4 juta pohon. Area penanaman ini mencakup lahan seluas sekitar 4.080 hektare, menunjukkan skala besar dari inisiatif reforestasi ini. Upaya ini merupakan bagian integral dari visi BJA Group untuk industri palet kayu yang bertanggung jawab.
Zunaidi menekankan bahwa komitmen BJA Group tidak hanya sebatas produksi, tetapi juga mencakup aspek lingkungan dan sosial. Perusahaan berupaya agar setiap tahapan, mulai dari penanaman hingga pengolahan, dapat memberikan dampak positif. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan global.
Melalui penanaman masif ini, BJA Group ingin membuktikan bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan selaras dengan upaya konservasi. Mereka bertekad menjadi contoh bagi industri biomassa lainnya. Ini adalah langkah maju bagi industri palet kayu di Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Gamal, Solusi Bahan Baku Wood Pellet Ramah Lingkungan
Tanaman gamal yang pertama kali ditanam pada Mei 2022 kini telah mencapai tinggi sekitar 8 meter dengan diameter batang sekitar 8 cm. Pohon-pohon ini akan dipanen saat berumur 4-5 tahun, dengan ukuran diameter batang sekitar 10-15 cm dan tinggi 10-12 meter. Seluruh bibit gamal merupakan hasil pembibitan sendiri oleh BJA Group, menjamin kualitas dan ketersediaan bahan baku.
Pohon gamal merupakan tanaman yang nantinya akan menjadi bahan baku utama untuk diolah menjadi wood pellet oleh BJA. Keunggulan gamal sebagai bahan baku adalah sifatnya sebagai tanaman terubusan. Ini memungkinkan panen dilakukan 4 hingga 5 kali dalam satu kali tanam, dengan siklus panen setiap 4-5 tahun sekali.
Selain sebagai sumber bahan baku energi baru terbarukan, gamal juga memiliki peran signifikan dalam menjaga konservasi lingkungan. Tanaman ini tumbuh cepat dengan densitas 5.000 pohon per hektare atau jarak tanam 2x1 meter. Penyebaran perakarannya yang luas juga sangat efektif untuk menjaga struktur tanah dan mencegah erosi.
Advertisement
Advertisement
Menjamin Legalitas dan Kesejahteraan dalam Industri Biomassa
BJA Group memastikan bahwa seluruh proses produksi wood pellet dijalankan secara legal, lestari, transparan, dan memenuhi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK). Kepatuhan terhadap SVLK menunjukkan komitmen perusahaan terhadap standar keberlanjutan yang diakui secara nasional. Ini penting untuk kredibilitas industri palet kayu.
Zunaidi menegaskan bahwa industri biomassa Indonesia dapat tumbuh tanpa deforestasi. Sebaliknya, pertumbuhan dapat dicapai melalui reforestasi yang terencana dan berkelanjutan. Pendekatan ini menawarkan solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan energi sambil melindungi hutan.
"Kami ingin menunjukkan bahwa industri wood pellet Indonesia legal, lestari, dan menyejahterakan sehingga bisa menjadi contoh bagi dunia," tambah Zunaidi. Pernyataan ini menggarisbawahi ambisi BJA Group untuk menjadi pemimpin dalam praktik biomassa berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews