Pemprov NTB Canangkan Penggantian Kendaraan Dinas ke Kendaraan Listrik NTB, Wujudkan Energi Bersih

Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen mengurangi emisi karbon dengan mengganti kendaraan dinas konvensional ke Kendaraan Listrik NTB, dimulai bulan depan sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov NTB Canangkan Penggantian Kendaraan Dinas ke Kendaraan Listrik NTB, Wujudkan Energi Bersih
Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen mengurangi emisi karbon dengan mengganti kendaraan dinas konvensional ke Kendaraan Listrik NTB, dimulai bulan depan sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi mencanangkan program penggantian kendaraan dinas konvensional menjadi kendaraan listrik. Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam upaya mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi di wilayah tersebut. Komitmen ini bertujuan menjadikan NTB sebagai pelopor dalam penggunaan energi ramah lingkungan.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan bahwa uji coba penggantian kendaraan operasional akan dimulai pada bulan depan. Kebijakan ini menegaskan kesiapan NTB untuk menjadi bagian integral dalam penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional. Transisi ini diharapkan memberikan dampak positif signifikan terhadap lingkungan.

Langkah strategis ini tidak hanya berfokus pada kendaraan dinas, tetapi juga mencakup instruksi pemasangan panel surya di seluruh gedung perkantoran Pemprov NTB. Tujuannya adalah beralih sepenuhnya ke energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. NTB bertekad menjadi contoh transformasi menuju energi bersih di Indonesia.

Komitmen NTB Menuju Transportasi Berkelanjutan

Pemerintah Provinsi NTB menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan melalui kebijakan penggantian kendaraan dinas. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa transisi ini dimulai dari internal pemerintahan. "Mulai dari diri kami sendiri, kami mengganti semua kendaraan dinas menjadi mobil listrik," ujar Iqbal dalam pernyataannya di Mataram.

Penggantian kendaraan dinas konvensional berbahan bakar bensin dan solar menjadi kendaraan listrik NTB merupakan wujud nyata dari upaya pengurangan emisi karbon. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong sektor lain untuk mengikuti jejak serupa. Uji coba yang akan dilakukan bulan depan menjadi penanda dimulainya era transportasi lebih hijau di NTB.

Iqbal juga menyatakan kesiapan Nusa Tenggara Barat dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Transisi ini tidak hanya sekadar penggantian unit, tetapi juga merupakan bagian dari visi besar. Visi tersebut adalah menjadikan NTB sebagai daerah yang proaktif dalam pengembangan energi terbarukan.

Mendorong Penggunaan Energi Terbarukan di Lingkungan Pemprov

Selain fokus pada kendaraan listrik, Pemprov NTB juga menginstruksikan pemasangan panel surya di seluruh gedung perkantoran. Langkah ini merupakan bagian dari strategi menyeluruh untuk beralih ke energi terbarukan. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan kerja yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Data dari PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menunjukkan bahwa kontribusi energi baru terbarukan masih sekitar 5 persen. Angka ini setara dengan 22 megawatt dari total daya mampu sebesar 400 megawatt. Potensi peningkatan penggunaan energi bersih masih sangat besar di wilayah ini.

Sumber setrum bersih terbesar di NTB saat ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS ini tersebar di beberapa lokasi strategis seperti Sengkol, Sambelia, Pringgabaya, dan Gili Trawangan. Pemanfaatan PLTS menjadi kunci dalam mencapai target energi bersih yang dicanangkan pemerintah provinsi.

Gubernur Iqbal menekankan pentingnya pemanfaatan potensi energi terbarukan yang melimpah di NTB. "Kami ingin Nusa Tenggara Barat menjadi contoh transformasi menuju energi bersih," kata Iqbal. Pernyataan ini menegaskan ambisi NTB untuk menjadi garda terdepan dalam transisi energi nasional.

Potensi NTB sebagai Pusat Energi Terbarukan Nasional

Nusa Tenggara Barat memiliki potensi besar untuk menjadi pusat energi terbarukan nasional. Gubernur Iqbal menyebutkan adanya 77 bendungan yang dapat dimanfaatkan untuk panel surya terapung hingga 20 persen dari luas perairan. Potensi ini belum termasuk energi panas bumi dan mikrohidro yang tersebar di berbagai daerah.

Iqbal optimistis bahwa sumber daya alam yang melimpah ini dapat menjadikan NTB sebagai pemimpin dalam pengembangan energi terbarukan. Radiasi matahari di NTB merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia. Pemanfaatan optimal dari potensi surya ini dapat menghasilkan energi dalam kapasitas besar.

"NTB memiliki keunggulan radiasi matahari tertinggi di Indonesia. Jika potensi itu dimanfaatkan, NTB bisa menghasilkan energi surya dalam kapasitas besar. Ini belum termasuk potensi panas bumi dan mini hidro yang tersebar di berbagai daerah," ujar Gubernur Iqbal. Pernyataan ini menggarisbawahi kekayaan sumber daya energi bersih di NTB.

Dengan berbagai inisiatif dan potensi yang dimiliki, NTB berambisi untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan energinya sendiri. Wilayah ini juga ingin berkontribusi signifikan terhadap pasokan energi bersih nasional. Pengembangan Kendaraan Listrik NTB menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi