Setelah sempat mengalami kenaikan signifikan, harga jual petai di pasaran kini dilaporkan kembali normal dan murah. Berdasarkan penuturan Anah, seorang pedagang yang telah berkecimpung dalam bisnis ini selama 5 tahun, kondisi harga petai saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan waktu-waktu sebelumnya, di mana harganya sangat mahal.
"Sekarang petai sudah normal. Harga petai sudah murah enggak kayak yang kemarin-kemarin harganya mahal," ungkapnya saat ditemui merdeka.com di Pasar Cengkareng, Jakarta, Senin (3/11).
Anah menjelaskan bahwa kenaikan drastis harga petai sebelumnya disebabkan beberapa faktor, salah satunya kelangkaan barang. Kelangkaan ini terjadi karena pasokan dari sumbernya tidak ada.
"Alasannya karena stoknya enggak ada, kan dari sananya jadi mahal. Jadi pasar enggak ada stok. Harga mahal kalau kosong," jelas Ibu Ana mengenai kondisi langka yang membuat harga melonjak tinggi.
Namun, kondisi saat ini telah membaik. Anah melaporkan bahwa pasokan petai di pasar. sudah lancar. "Sekarang mah sudah banyak, harga petai sudah murah".
Advertisement
Di pasaran, petai dijual tidak dalam satuan per kilogram, melainkan per peti. Untuk petai dengan kualitas yang bagus, harga normal yang ditetapkan adalah Rp300.000.
"Harga petai per empong. Se-empongnya itu ada 100 biji harganya Rp300.000," rincinya.
Anah juga mengonfirmasi bahwa harga tersebut sudah normal, "Iya, udah normal segitu mah. Itu yang bagus. Kalau yang jelek mah lebih murah," tambahnya.
Advertisement
Menutup perbincangan, Anah menyampaikan harapannya kepada pemerintah dan pihak pemasok agar harga petai tetap stabil di masa mendatang. Menurutnya, kestabilan harga akan menjaga keberlangsungan usaha kecil seperti miliknya.
“Harapannya harga petai ke depannya bisa lebih murah lagi, tapi yang penting stabil. Enggak apa-apa petai murah, yang penting kita tetap bisa jualan,” tutupnya.
Kondisi pasar yang kembali normal menjadi angin segar bagi pedagang dan konsumen. Dengan pasokan yang lancar dan harga yang terjangkau, aktivitas perdagangan di pasar tradisional kembali bergairah.
Namun, di tengah ketidakpastian cuaca dan dinamika pasokan bahan pangan, para pedagang seperti Anah hanya bisa berharap agar kestabilan harga petai tidak hanya berlangsung sementara, melainkan menjadi situasi yang berkelanjutan demi kesejahteraan bersama,
Reporter Magang: Ahmad Subayu