Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, bersama Koordinator Satuan Pelayanan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Jayapura, memperkuat kolaborasi strategis. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja di daerah tersebut secara signifikan. Pertemuan antara kedua belah pihak menjadi fondasi awal sinergi pemerintah daerah dan lembaga pelatihan vokasi.
Penguatan kerja sama ini bertujuan untuk memperluas akses pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja yang dinamis. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang lebih terampil dan siap bersaing di dunia industri. Inisiatif ini juga merupakan respons terhadap tantangan ketenagakerjaan yang ada.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang, menyatakan bahwa kolaborasi ini sangat penting. "Ada sejumlah program strategis yang dibahas dalam pertemuan bersama BPVP dalam upaya menekan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Jayapura yang kini mencapai 6,93 persen," ujarnya.
Advertisement
Advertisement
Angka pengangguran terbuka di Kabupaten Jayapura yang mencapai 6,93 persen menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Kondisi ini memerlukan investasi nyata dalam peningkatan kapasitas dan keterampilan tenaga kerja lokal. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
Peningkatan kompetensi angkatan kerja menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah pengangguran. Dengan keterampilan yang relevan, para pencari kerja akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung program-program pelatihan vokasi.
Edward Sihotang menekankan pentingnya investasi tersebut. Menurutnya, "Kondisi ini dinilai memerlukan investasi nyata dari pemerintah melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan tenaga kerja lokal." Hal ini menunjukkan urgensi untuk segera bertindak dan menyediakan solusi konkret.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah daerah terus berupaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang produktif dan berdaya saing. Salah satu program unggulan yang digagas adalah 'skill hub', yaitu pusat pelatihan keterampilan terpadu. Program ini berorientasi pada kebutuhan dunia industri dan usaha lokal, memastikan relevansi pelatihan.
'Skill hub' dirancang sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia agar lebih siap kerja. Program ini tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga adaptasi terhadap perubahan pasar. Tujuannya adalah mencetak tenaga kerja yang fleksibel dan inovatif.
Dalam diskusi antara Disnakertrans dan BPVP, disepakati sejumlah rencana kerja bersama. Rencana ini mencakup pelaksanaan program 'skill hub' pada tahun 2025 dan 2026. Integrasi data kebutuhan tenaga kerja dan perencanaan jenis pelatihan prioritas juga menjadi bagian penting dari kesepakatan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Koordinator BPVP Jayapura, Rizal, menegaskan komitmen lembaganya untuk memperluas pelatihan vokasi di tingkat kabupaten. Kerja sama lintas kelembagaan menjadi krusial mengingat kapasitas pelatihan di daerah yang masih terbatas. Keterbatasan ini meliputi fasilitas maupun tenaga pelatih.
Dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Ketenagakerjaan, melalui BPVP Sorong dan Satuan Pelayanan PVP Jayapura, jenis dan volume pelatihan akan ditingkatkan. Peningkatan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak angkatan kerja di Kabupaten Jayapura. Tujuannya adalah menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Rizal menyatakan, "Dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Ketenagakerjaan melalui BPVP Sorong dan satuan Pelayanan PVP Jayapura, jenis dan volume pelatihan akan kita tingkatkan di Kabupaten Jayapura." Pernyataan ini menunjukkan keseriusan dalam memperluas jangkauan dan kualitas program pelatihan vokasi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews