Wow, Kaltim Lepas Ekspor Komoditas Unggulan Rp5,4 Miliar ke India dan China, Bukti Hilirisasi Industri!

Balai Karantina Kaltim sukses melepas ekspor komoditas unggulan senilai Rp5,4 miliar ke India dan China, memperkuat hilirisasi industri dan ekonomi daerah. Apa saja komoditasnya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wow, Kaltim Lepas Ekspor Komoditas Unggulan Rp5,4 Miliar ke India dan China, Bukti Hilirisasi Industri!
Balai Karantina Kaltim sukses melepas ekspor komoditas unggulan senilai Rp5,4 miliar ke India dan China, memperkuat hilirisasi industri dan ekonomi daerah. Apa saja komoditasnya? (AntaraNews)

Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Kalimantan Timur bersama Pemerintah Provinsi Kaltim dan para pelaku usaha baru-baru ini melepas ekspor tiga komoditas unggulan. Pelepasan ekspor ini bernilai total Rp5,4 miliar dari Pelabuhan Samudera Palaran, Samarinda. Kegiatan ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan yang bertajuk "Akselerasi Ekspor Komoditas Unggulan Daerah Kalimantan Timur" ini juga menjadi perwujudan nyata program hilirisasi industri nasional. Komoditas yang diekspor merupakan produk hasil olahan dengan nilai tambah tinggi, bukan lagi bahan mentah. Ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai jual produk domestik di pasar internasional.

Kepala BBKHIT Kaltim, Arum Kusnila Dewi, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran petugas karantina. Mereka memastikan setiap komoditas yang diekspor memenuhi persyaratan fitosanitari dan standar mutu yang ditetapkan negara tujuan, menjaga reputasi Indonesia di pasar global.

Tiga Komoditas Unggulan Kaltim Tembus Pasar Global

Pelepasan ekspor komoditas unggulan Kaltim kali ini melibatkan tiga jenis produk olahan yang berhasil menembus pasar internasional. Pertama adalah Kayu Veneer dari PT. Orimba Alam Kreasi, dengan volume 167,445 m3 senilai lebih dari Rp2,2 Miliar, yang ditujukan ke India. Produk ini menunjukkan potensi besar kayu olahan Kaltim di pasar global.

Kedua, Keruing Core Veneer, Keruing Face Veneer, dan Keruing Veneer dari PT. Kayu Alam Perkasa Raya juga diekspor ke India. Total volume mencapai 230,281 m3 dengan nilai lebih dari Rp2 Miliar, semakin memperkuat posisi Kaltim sebagai produsen produk kayu berkualitas. Komoditas ini merupakan hasil pengolahan yang memberikan nilai tambah signifikan.

Ketiga, Palm Kernel Expeller (PKE) atau bungkil sawit dari PT. Sinar Sawit Sentosa, dengan total 504,67 Ton senilai Rp1,2 Miliar, dikirim ke Tiongkok. Ekspor bungkil sawit ini menegaskan diversifikasi produk olahan kelapa sawit dari Kalimantan Timur, yang tidak hanya terbatas pada minyak mentah.

Peran Karantina dan Kontribusi Terhadap Ekonomi Nasional

BBKHIT Kaltim menyampaikan apresiasi kepada para petugas karantina yang telah bekerja keras memastikan kelancaran ekspor. "Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada para Petugas Karantina yang telah memastikan bahwa setiap komoditas yang diekspor hari ini memenuhi persyaratan fitosanitari dan standar mutu yang ditetapkan negara tujuan," ucap Arum Kusnila Dewi. Hal ini merupakan bentuk nyata kontribusi bersama dalam menjaga reputasi Indonesia di pasar internasional.

BBKHIT Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha. Lembaga ini hadir tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator dan penggerak kemudahan ekspor, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip integritas dan profesionalitas. Dukungan ini sangat krusial bagi pertumbuhan ekspor komoditas Kaltim.

Keberhasilan pelepasan ekspor ini memperkuat tren positif perdagangan luar negeri Kalimantan Timur. Berdasarkan data dari BEST TRUST (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), selama tahun ini hingga 20 Oktober, BBKHIT Kaltim telah mencatat total nilai ekspor komoditas pertanian mencapai lebih dari Rp11 triliun. Sementara itu, komoditas perikanan mencapai Rp947,3 miliar.

Nilai fantastis ini didominasi oleh komoditas unggulan seperti kayu olahan, produk olahan kelapa sawit, kepiting bakau hidup, dan udang segar/beku. Komoditas-komoditas ini secara konsisten menembus pasar internasional, menunjukkan daya saing produk Kaltim.

Dukungan Hilirisasi dan Penciptaan Lapangan Kerja

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, menyebutkan bahwa capaian ini berkontribusi pada dua poin utama Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI. Poin pertama adalah melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong produk olahan.

Poin kedua adalah meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur. Produk yang diekspor telah melalui proses pengolahan, yang meningkatkan nilai jualnya dibandingkan ekspor bahan mentah. "Barantin memastikan produk turunan ini aman dan berkualitas tinggi untuk diekspor," ujar Sahat.

Barantin akan berupaya mengoptimalkan proses sertifikasi dan mempercepat layanan untuk mendorong lebih banyak lagi pelaku usaha di Kaltim yang menembus pasar global. Harapan besar dicanangkan agar nilai, volume, dan variasi ekspor komoditas Kaltim terus bertambah di masa depan, mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi