PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) baru-baru ini melakukan penyesuaian signifikan pada jadwal pelayaran kapal menuju Banda Neira, Maluku. Langkah strategis ini diambil untuk secara optimal mendukung sektor pariwisata di salah satu destinasi bersejarah Indonesia tersebut. Penyesuaian jadwal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam mengatur rencana perjalanan mereka.
Kepala Cabang Pelni Ambon, Marthin Heryanto, menjelaskan bahwa jadwal kapal diatur agar tiba di Banda Neira pada pagi hari. Hal ini memungkinkan para wisatawan untuk beristirahat penuh selama pelayaran, sehingga mereka dapat memulai aktivitas wisata sejak pagi hari dengan kondisi segar bugar. Penyesuaian ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman berlibur di Pulau Rempah.
Selama bertahun-tahun, Pelni telah menjadi tulang punggung transportasi utama bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin mencapai Banda Neira. Saat ini, destinasi tersebut dilayani oleh tiga kapal penumpang reguler dan satu kapal perintis, memastikan konektivitas yang stabil. Armada ini berperan vital dalam mendukung mobilitas ke dan dari Banda Neira.
Advertisement
Advertisement
Optimalisasi Waktu Berwisata di Banda Neira
Marthin Heryanto menambahkan bahwa wisatawan kini dapat merencanakan kunjungan yang lebih panjang, dengan opsi untuk kembali menggunakan kapal Pelni setelah puas berwisata selama tiga hingga empat hari. Pola ini disesuaikan dengan rute rata-rata kapal Pelni yang singgah di Banda Neira, yang umumnya akan berlayar ke arah timur sebelum kembali ke barat.
Sebagai ilustrasi, KM Labobar, yang berlayar dari Tanjung Priok, Jakarta, membutuhkan waktu sekitar lima hari untuk mencapai Banda Neira. Setelah itu, kapal akan melanjutkan perjalanan hingga Fak-Fak dan kembali lagi ke Banda Neira empat hari kemudian untuk pelayaran balik menuju Jakarta. Ini memberikan jeda waktu yang ideal bagi wisatawan.
Selama periode tiga hingga empat hari di Banda Neira, wisatawan memiliki kesempatan luas untuk menjelajahi kota kecil yang kaya sejarah ini. Mereka dapat menelusuri jejak rempah yang legendaris, menikmati aktivitas laut seperti snorkeling dan diving, atau menyusuri jalur perkampungan dan perbukitan untuk melihat Gunung Banda yang ikonik.
Advertisement
Khusus untuk KM Pangrango, kapal tipe 500 penumpang ini menawarkan fleksibilitas lebih. Kapal berangkat dari Ambon setiap Jumat sore dan tiba di Banda pada Sabtu pagi, lalu sandar hingga Minggu sore. "Kapal sandar satu malam hingga minggu sore, jadi bisa dimanfaatkan oleh wisatawan untuk menginap satu malam di atas kapal dan kembali ke Ambon minggu sore dan tiba Senin pagi," ujar Marthin.
Advertisement
Rute dan Kapasitas Armada Pelni untuk Banda Neira
Banda Neira, yang juga dikenal sebagai Pulau Rempah, disinggahi oleh beberapa kapal Pelni dengan kapasitas dan rute yang bervariasi. Tiga kapal penumpang utama yang melayani rute ini adalah KM Labobar, KM Pangrango, dan KM Sangiang. Selain itu, ada juga satu kapal perintis, yaitu KM Sabuk Nusantara 106, yang turut mendukung konektivitas.
KM Labobar memiliki kapasitas terbesar, mampu menampung hingga 3.000 penumpang, menjadikannya pilihan utama untuk rute jarak jauh. KM Pangrango dan KM Sangiang masing-masing berkapasitas 500 penumpang, ideal untuk rute regional. Sementara itu, KM Sabuk Nusantara 106 dapat mengangkut sekitar 400 penumpang, melayani rute perintis.
Berikut adalah rute detail kapal-kapal Pelni yang menyinggahi Banda Neira:
Advertisement
- KM Labobar: Jakarta - Surabaya - Makassar - Baubau - Ambon - Banda - Tual - Dobo - Fakfak - Kaimana (Pergi-Pulang/PP)
- KM Pangrango: Ambon - Namrole - Ambon - Banda - Saumlaki (PP)
- KM Sangiang: Bitung - Ternate - Bacan - Sanana - Namlea - Ambon - Banda - Geser - Fakfak (PP)
- KM Sabuk Nusantara 106: Ambon - Banda - Geser - Gorom - Kesui - Teor - Pulau Kur - Tual (PP)
Advertisement
Peningkatan Jumlah Wisatawan dan Prospek Masa Depan
Data menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang kapal Pelni yang turun di Banda Neira. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 49.529 orang tiba di Banda Neira menggunakan kapal Pelni. Angka ini menunjukkan popularitas Banda Neira sebagai destinasi wisata yang semakin diminati.
Tren positif ini berlanjut hingga tahun 2025, di mana hingga bulan September, jumlah penumpang yang turun sudah mencapai 42.200 orang. Marthin Heryanto memperkirakan bahwa jumlah wisatawan akan terus meningkat hingga akhir tahun. "Kami perkirakan jumlah wisatawan terus naik hingga akhir tahun. Kenaikan Ini didorong oleh momen Natal hingga tahun baru nanti," terang Marthin.
Dengan adanya proyeksi peningkatan ini, Pelni menyarankan agar wisatawan yang berencana mengunjungi Banda Neira dapat merencanakan perjalanan mereka jauh-jauh hari. Perencanaan yang matang akan memastikan ketersediaan tiket dan akomodasi, terutama saat musim liburan puncak seperti Natal dan Tahun Baru. Penyesuaian Jadwal Kapal Pelni Banda Neira ini diharapkan semakin mendukung pertumbuhan pariwisata.
Advertisement
Sumber: AntaraNews