Fakta Menarik: Potensi 550 MW, Anak Usaha Barito Renewables Mulai Pengeboran Panas Bumi di Halmahera Utara

Anak usaha Barito Renewables memulai pengeboran panas bumi di Halmahera Utara. Proyek ini berpotensi 550 MW dan dukung energi bersih Indonesia. Simak detailnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Menarik: Potensi 550 MW, Anak Usaha Barito Renewables Mulai Pengeboran Panas Bumi di Halmahera Utara
Anak usaha Barito Renewables memulai pengeboran panas bumi di Halmahera Utara. Proyek ini berpotensi 550 MW dan dukung energi bersih Indonesia. Simak detailnya! (AntaraNews)

PT Star Energy Geothermal Indonesia (SEGI), anak usaha dari PT Barito Renewables Energy Tbk (IDX: BREN), secara resmi telah memulai pengeboran sumur eksplorasi panas bumi pertamanya. Kegiatan penting ini berlangsung di wilayah Hamiding, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menandai langkah signifikan dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Pengeboran sumur ini merupakan bagian krusial dari komitmen perusahaan untuk menyediakan sumber energi bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat. Inisiatif strategis ini juga menjadi bagian dari Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) yang telah diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada SEGI sejak tahun 2018.

Acara tajak sumur ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk perwakilan Kementerian ESDM, jajaran pemerintah daerah setempat, serta manajemen Star Energy Geothermal. Kehadiran unsur pimpinan daerah dan tokoh masyarakat setempat turut menunjukkan dukungan luas terhadap proyek pengeboran panas bumi ini yang diharapkan membawa banyak manfaat.

Potensi Besar dan Target Pengembangan Pengeboran Panas Bumi

Wilayah Hamiding di Halmahera Utara diproyeksikan memiliki potensi sumber daya panas bumi yang sangat besar, diperkirakan mencapai antara 275 hingga 550 megawatt (MW). Angka ini menempatkan Hamiding sebagai salah satu area eksplorasi panas bumi paling strategis, khususnya di kawasan timur Indonesia yang kaya akan potensi energi terbarukan.

Pengeboran sumur pertama ini menjadi langkah awal yang fundamental untuk membuktikan keberadaan reservoir panas bumi. Keberhasilan dalam tahap ini akan membuka jalan bagi pengembangan lebih lanjut, mengubah potensi tersebut menjadi sumber listrik yang dapat diandalkan dan ramah lingkungan.

Pada fase awal, PT Star Energy Geothermal Indonesia menargetkan pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sebesar 50 MW. Target ini merupakan bagian dari rencana kapasitas terpasang total sebesar 300 MW yang diharapkan dapat terealisasi di masa mendatang.

Proyek ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan bauran energi nasional. Selain itu, inisiatif ini juga mendukung transisi Indonesia menuju penggunaan energi bersih dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda global untuk mengurangi emisi karbon.

Kolaborasi dan Dampak Positif Pengeboran Sumur Panas Bumi

Dalam pelaksanaan pengeboran sumur panas bumi ini, SEGI menggunakan Drilling Rig 253 yang memiliki kapasitas 1500 HP. Peralatan canggih ini dirancang khusus untuk menembus formasi geologi yang kompleks dan mencapai kedalaman reservoir panas bumi dengan efisien dan aman.

Proses pengeboran dilakukan dengan mematuhi standar keselamatan kerja yang tinggi dan perlindungan lingkungan yang ketat. Selain itu, proyek ini juga melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat lokal, memastikan bahwa keberlanjutan sosial dan lingkungan tetap menjadi prioritas utama.

Hendra Soetjipto Tan, CEO Barito Renewables, menyatakan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat penting. "Selama ini, ketiga lapangan panas bumi yang kami mengoperasikan di Salak, Darajat, dan Wayang Windu telah berkontribusi menerangi jutaan rumah," ujarnya. Ia menambahkan, "Kemajuan kegiatan PSPE di Hamiding tentu tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, para mitra, dan masyarakat."

Selain manfaat energi bersih, proyek pengeboran panas bumi ini juga diharapkan membawa dampak ekonomi positif bagi Kabupaten Halmahera Utara. Dampak tersebut meliputi peningkatan kesempatan kerja lokal, penguatan kapasitas ekonomi daerah melalui keterlibatan UMKM dan penyedia jasa lokal, serta transfer teknologi dan peningkatan keterampilan melalui pelatihan tenaga kerja.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi