Proyeksi Pasar Baterai Kendaraan Listrik Global Capai Rp7.500 Triliun, Kaltim Siap Jadi Pilar Utama

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur antusias menyambut potensi pasar baterai kendaraan listrik global yang diproyeksikan mencapai $500 miliar pada 2030, siap menjadi pilar utama ekosistem KBLBB nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Proyeksi Pasar Baterai Kendaraan Listrik Global Capai Rp7.500 Triliun, Kaltim Siap Jadi Pilar Utama
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur antusias menyambut potensi pasar baterai kendaraan listrik global yang diproyeksikan mencapai $500 miliar pada 2030, siap menjadi pilar utama ekosistem KBLBB nasional. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan kesiapan penuh dalam menyambut potensi besar pasar baterai kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) yang diproyeksikan mencapai 500 miliar dolar Amerika Serikat secara global pada tahun 2030. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, menyatakan bahwa Kaltim memiliki posisi strategis untuk menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Pernyataan ini disampaikan di Samarinda, menyusul audiensi bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM pada Minggu, 12 Oktober.

Dialog krusial tersebut bertujuan menggali masukan dari pemerintah daerah guna mengharmonisasi kebijakan agar ekosistem KBLBB yang dibangun di tingkat pusat selaras dengan potensi serta kebutuhan di daerah. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transisi menuju energi bersih dan mengurangi emisi gas rumah kaca di Indonesia.

Kaltim Sebagai Pilar Strategis Ekosistem KBLBB Nasional

Kalimantan Timur memposisikan diri sebagai daerah kunci dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Posisi geografis dan potensi sumber daya alam menjadikan Kaltim sangat relevan untuk mendukung industri baterai kendaraan listrik.

Pemerintah Provinsi Kaltim menyambut baik inisiatif pemerintah pusat untuk berdialog langsung mengenai pengembangan ini. "Kami menyambut baik inisiatif pemerintah pusat untuk berdialog langsung, karena Kaltim, memiliki posisi strategis untuk menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional," kata Bambang Arwanto.

Audiensi dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menjadi platform penting untuk menyelaraskan kebijakan. Harmonisasi kebijakan antara pusat dan daerah ini krusial demi memastikan pertumbuhan ekosistem KBLBB yang berkelanjutan dan efektif.

Peran Proyek ENTREV dalam Transisi Kendaraan Listrik

Pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia didukung oleh kerja sama antara Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia melalui proyek Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles in Indonesia (ENTREV). Proyek ini menjadi payung besar bagi berbagai inisiatif terkait.

Salah satu target utama Proyek ENTREV adalah pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) secara langsung sebesar 473.800 ktCO2. Upaya ini ditempuh melalui advokasi kebijakan yang sistematis untuk membangun dan menguatkan ekosistem KBLBB dari pusat hingga ke daerah.

Proyek ini tidak hanya fokus pada kebijakan, tetapi juga pada implementasi konkret. Dengan pendekatan komprehensif, ENTREV berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi adopsi kendaraan listrik di seluruh wilayah Indonesia.

Proyeksi Kebutuhan Baterai dan Peluang Ekonomi Indonesia

Pemerintah memproyeksikan kebutuhan baterai di dalam negeri hingga tahun 2034 akan mencapai 392 gigawatt hour (GWh). Angka ini mencakup kebutuhan untuk Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, serta pasokan untuk mobil dan motor listrik.

Kebutuhan masif tersebut juga didorong oleh peluang ekspor listrik dan agenda pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 GW. Ini menunjukkan diversifikasi penggunaan baterai yang luas di berbagai sektor energi.

Secara paralel, potensi pasar internasional menunjukkan angka yang jauh lebih besar, yakni mencapai 3.500 GWh pada tahun 2030. Besarnya permintaan global ini membuka peluang ekonomi yang signifikan bagi Indonesia, mengingat statusnya sebagai salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, bahan baku kunci untuk baterai kendaraan listrik.

Kemajuan dan Dampak Kolaboratif Proyek ENTREV

Proyek ENTREV telah menunjukkan kemajuan berarti sejak diluncurkan di berbagai bidang strategis. Salah satu pencapaian nyata adalah program konversi sepeda motor konvensional menjadi listrik yang telah memberikan manfaat kepada lebih dari 321.000 orang di sejumlah provinsi percontohan.

Dari sisi penguatan kelembagaan, proyek ini aktif menyelenggarakan berbagai forum diskusi terfokus (FGD) dan lokakarya. Inisiatif kolaboratif dengan dunia akademis, seperti SRECharged dan Gatrik Goes to Campus, juga menanamkan fondasi inovasi dan memastikan pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di masa depan.

Pencapaian paling fundamental dari proyek ini adalah perannya sebagai fasilitator dan pembangun jaringan yang solid. ENTREV telah menciptakan sebuah platform bersama di mana pemerintah, sektor swasta, para ahli, dan organisasi non-pemerintah dapat bertemu, membahas tantangan, dan peluang secara terbuka. Platform ini meletakkan dasar bagi proses pengambilan keputusan yang lebih kolaboratif dan terinformasi dalam pengembangan ekosistem KBLBB di Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi