Ayu Rianti, atau yang dikenal sebagai Ayree, telah membuktikan bahwa kesuksesan dapat diraih dari mana saja, bahkan dari rumah. Ia berhasil membangun kerajaan bisnis skincare Ayree yang kini beromzet miliaran rupiah per bulan. Perjalanan ini dimulai dari keinginan kuat untuk meraih kemandirian finansial dan kebebasan waktu bagi dirinya dan keluarga.
Mantan karyawan bank dengan nasabah prioritas ini memutuskan banting setir setelah mengalami berbagai kegagalan bisnis di tahun 2018. Dengan tekad baja, ia mengubah tantangan menjadi peluang, fokus pada produk skincare anak yang sebelumnya ia buat sendiri. Kisah inspiratifnya menjadi sorotan banyak pihak, menunjukkan bahwa kegigihan adalah kunci utama.
Berawal dari rutinitas pagi yang padat sebagai pekerja kantoran, Ayu kini dikenal sebagai "CEO Dasteran" yang memimpin lebih dari 35 karyawan. Produk-produk Ayree seperti sunscreen dan moisturizer telah menjangkau pasar luas di Jabodetabek hingga luar Jawa, seperti Makassar dan Kalimantan. Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi banyak perempuan wirausaha di Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Perjalanan Berliku Menuju Kemandirian
Sebelum mencapai titik ini, Ayu Rianti menjalani rutinitas mapan sebagai karyawan bank, namun hatinya menyimpan keresahan akan kemandirian. Keinginan untuk mengendalikan hidupnya sendiri mendorongnya mencoba berbagai usaha sampingan. Ia mulai berjualan legging anak, mainan edukatif, flash card, hingga bulu mata palsu, baju pesta, dan sulam alis.
Namun, jalan menuju kemandirian finansial tidak selalu mulus. Pada tahun 2018, setelah memutuskan keluar dari pekerjaannya, semua bisnis yang dibangunnya justru ambruk bersamaan. Tabungannya menipis, bisnis gulung tikar, dan hidupnya terasa mundur ke titik nol. Kondisi perekonomian yang sulit saat itu membuatnya berpikir ulang untuk kembali bekerja kantoran.
Di tengah keputusasaan, Ayu tidak berhenti berjuang. Ia menerima jasa homecare sulam alis dan bulu mata, sambil terus mencoba berjualan kosmetik anak. Bersama kakaknya, mereka membagi peran, kakaknya mengurus kemasan dan tamu, sementara Ayu fokus di pemasaran dibantu oleh dua asisten rumah tangga.
Advertisement
Advertisement
Titik Balik dan Lahirnya Ayree
Nasib kembali menguji ketika kedua asisten rumah tangga Ayu memutuskan untuk berhenti bersamaan. Dalam kelelahan dan air mata, Ayu kembali ke titik awal, kembali menjual produk milik orang lain. Namun, dari titik terendah itulah keajaiban perlahan datang, mengubah arah perjalanan Ayu Rianti wirausaha.
Ia sebelumnya kerap memproduksi skincare sendiri dan memasarkannya ke komunitasnya. Testimoni positif dari para ibu yang menggunakan pelembab anak produksinya memberi secercah harapan. "Bagus banget hasilnya," begitu komentar yang berulang kali ia dengar, menjadi pijakan untuk produk-produk selanjutnya.
Momentum itu tiba pada tahun 2021, Ayu memutuskan untuk fokus penuh membangun brand miliknya sendiri, Ayree. Pasar terbesarnya ada di marketplace Shopee, tempat ia mengembangkan bisnisnya. Kehidupan Ayu berputar 180 derajat; ia tidak lagi mengenakan blazer ke kantor, melainkan daster di rumah sambil memimpin bisnis skincare dengan omzet miliaran rupiah per bulan.
Advertisement
Advertisement
Strategi Bisnis dan Kekuatan Komunitas
Di balik kesuksesan Ayree, Ayu belajar dari banyak kesalahan masa lalu. Dulu ia menjalankan bisnis dengan pola "palugada", menjual apa pun tanpa arah yang jelas. Kini, setiap langkah bisnisnya berbasis riset tren pasar yang mendalam. Ia tidak lagi asal meluncurkan produk, melainkan menguji pasar terlebih dahulu untuk melihat apakah ide tersebut punya tempat.
Saat akhirnya memutuskan fokus pada skincare anak, ia sudah memahami betul karakter konsumennya, yaitu para ibu yang menginginkan produk aman dan efektif. Ayu bahkan menjadikan dirinya sendiri sebagai brand ambassador produknya. "Saya menjadikan diri sendiri sebagai brand ambassador produk saya, dan saya sudah mencoba sendiri serta meriset pada wajah atau kulit saya sendiri selama bertahun-tahun sebelum dilepas ke pasar," ujarnya.
Di luar strategi bisnis, Ayu percaya bahwa kekuatan terbesar dalam membangun usaha terletak pada pola pikir yang positif. Ia membuat vision board untuk afirmasi, menuliskan semua impiannya seperti rumah besar, mobil idaman, hingga kebebasan finansial. Konsep manifesting yang ia yakini bukan sekadar kata-kata kosong, "Jika keberuntungan tidak datang kepadamu, ciptakan keberuntungan itu sendiri," katanya, meyakini energi positif dapat menarik peluang.
Advertisement
Komunitas yang ia bangun pun menjadi bagian penting dari perjalanannya. Komunitas Ayree yang dibentuk pada awal 2025 sudah memiliki lebih dari 4.000 anggota. Bagi Ayu, bisnis tidak hanya tentang menjual produk, tetapi juga membangun hubungan dengan konsumen. Ia membuka ruang konsultasi secara langsung, membuat mereka merasa dekat, dan memberi nilai tambah yang tidak bisa didapatkan dari sekadar membeli skincare di rak-rak toko.
Advertisement
CEO Dasteran: Inspirasi Tak Terbatas
Kini, Ayu sering dijuluki sebagai "CEO dasteran", istilah yang ia terima dengan bangga. Sebutan itu bukan merendahkan, melainkan simbol bahwa kesuksesan tidak harus datang dengan pakaian formal atau jabatan tinggi di perusahaan besar. Dalam pakaian yang nyaman, Ayu bisa memimpin tim, membangun brand, dan menciptakan dampak bagi ribuan perempuan lainnya.
Perjalanan Ayu Rianti adalah pengingat bahwa mimpi tidak selalu lahir di tempat yang mewah. Terkadang, mimpi muncul dari air mata, dari kegagalan yang menyakitkan, dan dari keberanian untuk mencoba lagi saat semua tampak mustahil. Ia membuktikan bahwa tidak ada kegagalan yang benar-benar berakhir jika seseorang masih mau bangkit dan berjuang.
Lebih dari itu, ia menunjukkan bahwa kesuksesan sejati bukan soal seberapa cepat seseorang mencapainya, melainkan seberapa gigih ia terus berjalan meski jalannya berliku. Kini Ayree menatap masa depan dengan penuh optimisme, menargetkan penjualan naik 20 persen tahun ini dan memperluas pasar. Produk-produk Ayree kini beragam dari sunscreen, moisturizer, saffron mist, hingga serum niacinamide, dengan rata-rata produksi 10.000 unit langsung ludes diserap pasar.
Advertisement
Bagi Ayu, angka bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Keberhasilan sesungguhnya adalah saat ia bisa memberikan contoh kepada anaknya bahwa perempuan bisa mandiri. "Hidup memang tidak pernah mudah. Tapi ketika kita tahu alasan mengapa kita memulai, kita tidak akan pernah berhenti," pesan Ayu. Di balik setiap produk Ayree yang terjual, tersimpan kisah tentang mimpi, kegigihan, dan cinta seorang ibu yang tidak pernah menyerah.
Sumber: AntaraNews