Siap Mulai 2026, Pembangunan Jembatan Layang Muara Enim di 5 Titik Strategis Prioritaskan Keselamatan

Pemerintah Kabupaten Muara Enim memulai persiapan pembangunan jembatan layang di lima titik strategis, ditargetkan rampung 2027 demi kelancaran logistik dan keselamatan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Siap Mulai 2026, Pembangunan Jembatan Layang Muara Enim di 5 Titik Strategis Prioritaskan Keselamatan
Pemerintah Kabupaten Muara Enim memulai persiapan pembangunan jembatan layang di lima titik strategis, ditargetkan rampung 2027 demi kelancaran logistik dan keselamatan masyarakat. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, secara resmi memulai fase persiapan untuk pembangunan lima unit jembatan layang yang krusial. Proyek infrastruktur strategis ini ditargetkan untuk memulai tahap konstruksi pada awal tahun 2026, menandai langkah penting dalam pengembangan wilayah.

Bupati Muara Enim, Edison, menegaskan bahwa proyek ini memiliki urgensi tinggi, tidak hanya untuk mendukung kelancaran angkutan logistik, tetapi juga untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan seluruh masyarakat. Lokasi pembangunan meliputi lima titik strategis, yakni Simpang Belimbing, Ujan Mas, Gunung Megang 1, Gunung Megang 2, dan Muara Enim.

Dengan total lahan yang dibutuhkan mencapai 86.076 m2, percepatan pengadaan lahan menjadi prioritas utama dalam tahap awal ini. Proyek ambisius ini diharapkan dapat rampung sepenuhnya pada tahun 2027, membawa dampak positif yang signifikan bagi mobilitas dan perekonomian daerah.

Percepatan Pengadaan Lahan dan Keterlibatan Multisektor

Sebagai langkah awal yang mendesak, Pemerintah Kabupaten Muara Enim saat ini fokus pada percepatan pengadaan lahan untuk kelima lokasi pembangunan jembatan layang tersebut. Luas total lahan yang diperlukan untuk proyek ini mencapai 86.076 meter persegi, menunjukkan skala besar dari inisiatif infrastruktur ini.

Bupati Edison menekankan pentingnya penyelesaian pengadaan lahan secepat mungkin untuk menghindari hambatan dalam jadwal pembangunan. "Oleh karena itu, percepatan pengadaan lahan harus segera dituntaskan," tegasnya, menyoroti komitmen pemerintah daerah.

Selain itu, Bupati juga mengajak seluruh pihak terkait untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan proyek ini. Pihak-pihak yang diajak berkolaborasi meliputi PT Bukit Asam (PTBA), PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta asosiasi pengusaha tambang batu bara, mengingat peran vital mereka dalam angkutan logistik di wilayah tersebut.

Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memastikan bahwa setiap aspek pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, berjalan lancar dan sesuai target yang telah ditetapkan.

Koordinasi dan Target Penyelesaian Proyek

Langkah koordinasi intensif telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk memastikan kelancaran proyek jembatan layang ini. Belum lama ini, rapat tindak lanjut pembangunan flyover telah digelar bersama Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menunjukkan dukungan dari tingkat provinsi.

Hasil dari rapat penting tersebut adalah kesepakatan mengenai kesiapan Detail Engineering Design (DED) dari PT KAI. Desain teknis ini merupakan fondasi penting sebelum memulai konstruksi, dan saat ini DED tersebut masih menunggu hasil review dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan.

Proyek pembangunan jembatan layang ini memiliki target penyelesaian yang jelas, yaitu pada tahun 2027. Penetapan target ini menjadi acuan bagi semua pihak yang terlibat untuk bekerja secara efisien dan terkoordinasi.

Bupati Muara Enim berharap, setelah rampung, pembangunan jembatan layang ini akan secara signifikan memperlancar angkutan kereta logistik batu bara. Di samping itu, proyek ini juga diharapkan dapat mendukung kelancaran arus lalu lintas bagi masyarakat umum di Muara Enim, sehingga meningkatkan efisiensi transportasi dan mengurangi kemacetan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi