PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menegaskan bahwa pasokan elpiji di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tetap dalam kondisi aman. Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden kecelakaan tunggal truk pengangkut elpiji yang terjadi pada Sabtu dini hari.
Insiden yang melibatkan truk milik SPPBE PT Mataram Bhumi Kirana tersebut terjadi di tanjakan berkelok wilayah Patuk, Gunungkidul. Pihak Pertamina bersama instansi terkait segera mengambil langkah sigap untuk penanganan lokasi kejadian dan korban yang terdampak.
Meskipun kecelakaan tersebut mengakibatkan korban jiwa dan luka, Pertamina menjamin ketersediaan stok elpiji tidak terganggu. Penyaluran elpiji ke masyarakat tetap berjalan normal sesuai jadwal yang telah ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan energi.
Advertisement
Advertisement
Penjaminan Pasokan dan Stok Elpiji di Gunungkidul
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, secara tegas menyatakan bahwa stok elpiji di Gunungkidul berada dalam kondisi aman. Penjaminan ini diberikan untuk menenangkan kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan pasokan elpiji.
Data terkini menunjukkan bahwa stok elpiji di Kabupaten Gunungkidul mencapai 72 metrik ton, jumlah yang memadai untuk memenuhi kebutuhan. Selain itu, proses penyaluran elpiji juga tetap berlangsung pada hari kejadian melalui Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE).
Sebanyak 60 metrik ton elpiji dijadwalkan untuk disalurkan pada hari tersebut, memastikan distribusi ke agen dan pangkalan tidak terhambat. Pertamina terus memantau seluruh rantai pasok agar tidak terjadi kelangkaan pasca insiden kecelakaan truk elpiji ini.
Advertisement
Advertisement
Kronologi dan Penanganan Cepat Insiden Kecelakaan
Truk pengangkut elpiji yang mengalami kecelakaan diketahui berangkat dari Supply Point Utama Terminal LPG Opsico Semarang. Kecelakaan tunggal ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB saat truk melintasi tanjakan berkelok di Patuk, Gunungkidul.
Taufiq menjelaskan bahwa truk tersebut mengalami oleng sebelum akhirnya tidak dapat dikendalikan dan mengalami kecelakaan. Penyebab pasti insiden ini masih dalam investigasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian setempat untuk mengungkap fakta-fakta di lapangan.
Pertamina Patra Niaga segera berkoordinasi dengan kepolisian dan tim medis untuk penanganan korban di lokasi kejadian. Evakuasi truk juga dilakukan dengan menggunakan alat berat guna membersihkan area dan memastikan kelancaran lalu lintas.
Advertisement
“Kami berkoordinasi dengan kepolisian dan medis untuk penanganan terhadap korban, serta segera mengevakuasi truk menggunakan alat berat,” ujar Taufiq Kurniawan. Langkah sigap ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam merespons kejadian darurat dengan cepat dan terkoordinasi.
Advertisement
Korban dan Ungkapan Duka Cita dari Pertamina
Akibat peristiwa tragis kecelakaan truk elpiji ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain itu, satu orang lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Pertamina Patra Niaga menyampaikan duka cita mendalam atas insiden yang merenggut korban jiwa tersebut. “Pertamina Patra Niaga turut berduka atas kejadian ini,” kata Taufiq, mewakili manajemen Pertamina.
Pihak Pertamina terus memantau kondisi korban yang terluka dan memberikan dukungan yang diperlukan kepada keluarga korban. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam setiap operasional pengangkutan barang berbahaya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews