Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, saat ini melaporkan ketersediaan stok beras yang sangat melimpah. Tercatat, sebanyak 17.127 ton beras siap memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat. Stok beras Sigi ini tersebar di berbagai penggilingan padi di wilayah tersebut.
Meskipun memiliki cadangan pangan yang besar, Pemkab Sigi menghadapi kendala signifikan. Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, mengungkapkan bahwa daerahnya belum memiliki gudang penyimpanan khusus. Kondisi ini menyulitkan pemerintah untuk melakukan intervensi langsung terhadap distribusi beras.
Ketiadaan fasilitas penyimpanan membuat beras masih berada di tangan penggilingan padi. Hal ini berpotensi menyebabkan beras dijual ke luar daerah tanpa kontrol. Pemkab Sigi berupaya mencari solusi untuk memastikan ketersediaan pangan lokal tetap terjaga.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Pengelolaan Stok Beras Tanpa Gudang Sendiri
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menjelaskan bahwa seluruh stok beras yang ada saat ini masih tersimpan di masing-masing penggilingan padi. Lokasi penyimpanan yang tersebar ini menimbulkan tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Tanpa gudang terpusat, intervensi pasar menjadi sulit dilakukan.
"Kalau masih di penggilingan padi kan pemerintah daerah tidak bisa melakukan intervensi dan menahan apabila yang bersangkutan menjual berasnya ke Kota Palu dan daerah lainnya," kata Bupati Rizal. Situasi ini menunjukkan urgensi kepemilikan gudang. Pemerintah tidak dapat mengontrol penuh aliran beras.
Pemkab Sigi berharap para petani dapat memprioritaskan kebutuhan beras di Kabupaten Sigi terlebih dahulu. Setelah kebutuhan lokal terpenuhi, barulah hasil panen dapat dijual ke luar daerah. Upaya ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan di Sigi.
Advertisement
Untuk mengatasi masalah ini, Pemkab Sigi telah mengusulkan pembangunan gudang penyimpanan beras kepada Perum Bulog Sulteng. Usulan ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang. Pembangunan gudang akan memungkinkan Pemkab Sigi mengelola stok beras lebih efektif.
Advertisement
Stabilisasi Harga dan Kesejahteraan Petani di Sigi
Terkait harga, Rizal menyebutkan harga beras jenis medium di Kabupaten Sigi mencapai Rp15.500 per kilogram. Kenaikan harga ini, di satu sisi, membawa dampak positif bagi kesejahteraan petani. Petani mendapatkan harga jual yang lebih tinggi untuk hasil panen mereka.
"Kami bersyukur karena naiknya harga beras ini dapat menyejahterakan petani tetapi satu sisi masyarakat sebagai konsumen yang menengah ke bawah itu perlu dilakukan operasi pangan dan pasar murah," ujarnya. Pernyataan ini menyoroti dilema antara petani dan konsumen. Pemerintah perlu menyeimbangkan keduanya.
Untuk membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, Pemkab Sigi berencana mengadakan operasi pangan. Operasi ini akan bekerja sama dengan Perum Bulog Sulteng. Mereka akan menyediakan beras medium kemasan 5 kilogram dengan harga Rp60.000.
Advertisement
Bulog telah menyatakan kesiapan untuk membuka gudang beras dan mendukung stabilisasi harga. Harga normal beras medium di Sigi adalah Rp12.500 per kilogram. Dengan adanya pasar murah, Pemkab Sigi berharap dapat menekan harga dan memastikan akses pangan terjangkau bagi semua.
Sumber: AntaraNews