Koperasi Binaan Pertamina Raup Omzet Rp110 Juta, Anggota Naik Gaji Rp1 Juta per Bulan

Koperasi lokal binaan Pertamina kini menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Koperasi Binaan Pertamina Raup Omzet Rp110 Juta, Anggota Naik Gaji Rp1 Juta per Bulan
Koperasi Binaan Pertamina Raup Omzet Rp110 Juta, Anggota Naik Gaji Rp1 Juta per Bulan (Merdeka.com)

Dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke-78, PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), menegaskan komitmennya mendukung koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga berhasil membina sejumlah koperasi lokal yang kini menunjukkan pertumbuhan signifikan, baik dari sisi omzet maupun kontribusi terhadap masyarakat.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menyampaikan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat.

“Kami percaya koperasi bisa menjadi cara yang efektif untuk membangun kemandirian masyarakat,” kata Heppy dalam keterangannya, Senin (15/7).

Salah satu kisah sukses datang dari Program Sentra Kopi Sejahterakan Petani (SEKOP SENI) di Desa Suntenjaya, Lembang, Jawa Barat. Melalui Koperasi Buana Walatra Sejahtera, masyarakat mengembangkan ekosistem kopi lokal dari hulu ke hilir. Produk unggulan mereka, Walatra Coffee, kini telah tersertifikasi halal dan PIRT.

Sejak Oktober 2022, koperasi ini berhasil mencatat omzet hingga Rp110 juta, dengan kontribusi Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp13,2 juta per tahun. Tidak hanya itu, anggota koperasi juga merasakan dampak langsung dengan peningkatan pendapatan tambahan hingga Rp1 juta per bulan dari aktivitas produksi, barista, dan penjualan.

Di Semarang, Jawa Tengah, koperasi Trengginas Jaya Abadi turut menunjukkan performa gemilang. Melalui program Mangunharjo Mandiri Sejahtera (MAMI SERA), koperasi ini menyinergikan petani tambak, petani sawah, dan pelaku UMKM. Lima unit usaha yang dikelola telah menciptakan produk bernilai tambah seperti abon ikan bandeng dan amplang.

Sementara itu, Koperasi Produsen Lesung Gemilang Sejahtera (KPLGS) di Pasuruan, Jawa Timur, aktif mengelola agroforestri kopi dan alpukat, wisata religi, hingga pelatihan UMKM di kawasan lereng Gunung Arjuno. Koperasi ini menjadi contoh keberhasilan pengelolaan kawasan hutan sosial berbasis masyarakat.

Di wilayah timur Indonesia, seperti Gorontalo, koperasi juga hadir dalam fungsi strategis sebagai penopang kesiapsiagaan bencana. Koperasi Konsumen Tenda Siaga Bencana, bagian dari program Kawasan Tanggap Bencana di Kelurahan Tenda, menyediakan logistik pangan darurat yang dapat diakses saat terjadi bencana.

Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa seluruh inisiatif koperasi ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan perusahaan, serta mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan Environmental, Social, and Governance (ESG).

"Harapannya, koperasi binaan Pertamina Patra Niaga bisa terus menjadi penggerak ekonomi lokal yang kuat, mandiri, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya," tutup Heppy.

Rekomendasi