Trump Setuju Produsen Baja Amerika Diakuisisi Perusahaan Jepang Rp240 Triliun, Saham Nippon Steel Langsung Meroket

Kenaikan saham membuat Nippon Steel, produsen baja terbesar keempat di dunia, mengungguli indeks acuan Nikkei 225 yang naik sekitar 1%.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Trump Setuju Produsen Baja Amerika Diakuisisi Perusahaan Jepang Rp240 Triliun, Saham Nippon Steel Langsung Meroket
Trump Setuju Produsen Baja Amerika Diakuisisi Perusahaan Jepang Rp240 Triliun, Saham Nippon Steel Langsung Meroket (Merdeka.com)

Saham Nippon Steel naik 3% setelah Presiden AS Donald Trump menyetujui akuisisi perusahaan US Steel senilai USD14,9 miliar atau sekitar Rp240 triliun, menyusul proses selama 18 bulan yang penuh penolakan dan tinjauan keamanan nasional.

Kenaikan saham membuat Nippon Steel, produsen baja terbesar keempat di dunia, mengungguli indeks acuan Nikkei 225 yang naik sekitar 1%. Saham sempat tidak diperdagangkan di awal sesi karena tingginya volume pesanan beli sebelum naik ke level 2.915 yen pada pertengahan hari.

Kesepakatan akuisisi diumumkan secara resmi setelah Trump menandatangani perintah eksekutif pada Jumat, yang memungkinkan transaksi dilanjutkan dengan syarat adanya kesepakatan dengan Departemen Keuangan AS terkait isu keamanan nasional. Kedua perusahaan telah menandatangani perjanjian yang menyelesaikan proses tersebut.

Nippon Steel berkomitmen untuk investasi baru senilai USD11 miliar hingga tahun 2028. Akuisisi ini akan meningkatkan kapasitas produksi baja tahunan Nippon dari 63 juta ton menjadi 86 juta ton, serta membuka akses ke pasar baja AS yang diperkirakan tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

"Investor menyambut baik kepastian dari penyelesaian kesepakatan," kata Shinichiro Ozaki, analis senior di Daiwa Securities. Ia menyebut akuisisi ini sebagai pilar penting dalam strategi pertumbuhan jangka menengah dan panjang perusahaan.

Meski demikian, sejumlah investor menyuarakan kekhawatiran mengenai dampak keuangan jangka pendek dari skala investasi besar. Selain itu, muncul pertanyaan mengenai “saham emas” porsi kepemilikan pemerintah AS di perusahaan gabungan, yang dapat memberikan kontrol terbatas terhadap keputusan strategis.

Namun, Ozaki menilai risiko tersebut relatif rendah. Ia menambahkan bahwa tidak ada indikasi akan terjadi pemangkasan produksi atau pengurangan tenaga kerja, karena Nippon Steel menargetkan pertumbuhan melalui produk baja premium di pasar AS.

Rekomendasi