Heboh Wanita Timbun Sampah di Apartemen Mewah, Tetangga Pilih Kabur

Perempuan ini menjadi sumber keluhan warga selama beberapa tahun terakhir akibat kebiasaan tak lazimnya.

Siti Ayu Rachma
Oleh Siti Ayu Rachma - Reporter
Heboh Wanita Timbun Sampah di Apartemen Mewah, Tetangga Pilih Kabur
Heboh Wanita Timbun Sampah di Apartemen Mewah, Tetangga Pilih Kabur (Merdeka.com)

Seorang wanita lansia yang tinggal sendirian di kawasan elite Shanghai memicu kehebohan setelah diketahui menimbun sampah dalam jumlah besar di apartemennya, memaksa sejumlah tetangga menjual properti mereka karena tak tahan dengan kondisi lingkungan yang memburuk.

Perempuan bermarga Cheng, yang diperkirakan berusia 60-an tahun, telah menjadi sumber keluhan warga selama beberapa tahun terakhir akibat kebiasaan tak lazimnya membawa pulang dan menyimpan berbagai jenis sampah.

Melansir dari South China Morning Post, Cheng tinggal di sebuah apartemen mewah seluas 157 meter persegi di Distrik Huangpu yang ditaksir bernilai sekitar 36 juta yuan atau Rp81 miliar (kurs Rp2.268). Namun, nilai fantastis properti tersebut kontras dengan kondisi di dalamnya.

Seorang tetangga bermarga Li menggambarkan bahwa apartemen Cheng dipenuhi tumpukan sampah mulai dari kardus, botol plastik, kantong belanja, hingga sisa makanan.

"Bak mandinya penuh sampah, begitu juga dengan sofa mewah impor dari Italia yang nilainya lebih dari 200.000 yuan (atau Rp453 juta)," ujar Li.

Lebih lanjut, Li mengungkapkan masalah tak berhenti di dalam rumah Cheng. Serangga seperti lalat, nyamuk, kecoak, bahkan kelabang kerap terlihat merayap di luar pintu flatnya. Yang paling mengkhawatirkan, tikus mati pun ditemukan di lorong tempat tinggal tersebut. Kondisi itu menyebabkan seluruh lantai 16, tempat Cheng tinggal, dipenuhi bau busuk yang menyengat.

Seorang pejabat dari komite masyarakat setempat mengonfirmasi bahwa salah satu pasangan muda yang tinggal di lantai 15 memutuskan untuk menjual flat mereka karena tidak tahan lagi dengan lingkungan yang tidak sehat.

"Kami telah memperingatkan Ibu Cheng bahwa perilakunya membahayakan kesehatan publik, tetapi ia menolak mendengarkan. Bahkan, dia sempat mengancam akan membakar bangunan ini," ungkap pejabat tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pada tahun 2023, pihak komite sempat menghubungi putri Cheng dengan harapan ia bisa membantu membujuk ibunya. Awalnya, sang anak menyatakan kesediaannya, tetapi kemudian menarik dukungan dan menyatakan tak ingin terlibat dalam urusan pribadi ibunya.

Cheng sendiri diketahui hidup terpisah dari suaminya, yang akhirnya dihubungi oleh pihak komite dan menyatakan bersedia membawa istrinya untuk menjalani perawatan medis pada awal Juni ini.

Saat diwawancarai oleh media di kediamannya, Cheng membantah telah lama menimbun sampah. "Saya hanya sedang membersihkan barang-barang itu," ujarnya. Ia juga menyatakan bahwa masyarakat bersikap kejam padanya.

“Mereka ingin memasukkan saya ke rumah sakit jiwa. Lihat betapa jahatnya mereka!” kata Cheng penuh emosi.

Meski berbagai upaya telah dilakukan komite masyarakat untuk membersihkan apartemennya, Cheng tetap bersikeras mempertahankan kebiasaannya.

Situasi ini kini menjadi perhatian luas warga Shanghai, mengingat kasus tersebut menyangkut isu kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup di kawasan hunian prestisius kota metropolitan tersebut.

Rekomendasi