Generasi muda perlu memiliki strategi yang tepat dalam mengelola keuangan mereka. Pengelolaan keuangan menjadi sangat penting bagi generasi Z agar mereka dapat menghadapi berbagai risiko dan memastikan stabilitas finansial di masa depan.
Hal ini disampaikan oleh Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen. Dia menegaskan bahwa dalam situasi ekonomi saat ini, anak muda harus melakukan mitigasi risiko yang sesuai dengan cara menetapkan tujuan keuangan untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.
"Dalam mengelola keuangan ini, dengan penghasilan yang dimiliki, kita juga perlu menyusun alokasi keuangan, menyiapkan dana darurat setara 3-6 bulan pengeluaran, termasuk menyiapkan memiliki proteksi asuransi maupun investasi secara bijak," ujar Karin dikutip di Jakarta, Selasa (27/5).
Dia juga memberikan tips dalam pengelolaan keuangan dengan metode pembagian, seperti alokasi untuk kebutuhan sehari-hari (40 persen), biaya sosial atau donasi (10 persen), dana darurat, asuransi, tabungan, investasi (20 persen), dan pembayaran utang (maksimal 30 persen).
Strategi pengelolaan keuangan ini dapat diimplementasikan jika anak muda juga dibekali dengan pengetahuan tentang literasi finansial, termasuk asuransi. Menurut hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis oleh OJK dan BPS, Indeks Literasi Keuangan mencapai 66,46 persen, sedangkan Indeks Literasi Asuransi meningkat menjadi 45,45 persen dari sebelumnya 36,90 persen pada tahun 2024.
Advertisement
Tantangan Dihadapi Generasi Muda
Dengan meningkatnya literasi keuangan dan asuransi, serta adanya inklusi keuangan yang mencakup perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan, hal ini berpotensi mendukung terciptanya generasi muda yang kuat secara fisik, mental, dan finansial.
Karin menekankan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini, seperti proses pencarian atau awal karir yang sering kali membuat mereka belum memiliki kestabilan keuangan. Selain itu, isu kesehatan juga menjadi perhatian yang tidak bisa diabaikan.
Ketika anak muda berfokus pada pencapaian karir, mereka sering kali mengabaikan olahraga dan pola makan yang sehat, sehingga menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Terlebih lagi, biaya pengobatan yang meningkat akibat inflasi medis diperkirakan akan mencapai 19 persen pada tahun 2025 (Laporan Tren Kesehatan Mercer Marsh Benefits).
Advertisement
Biaya Perawatan Rumah Sakit
Prudential Indonesia melaporkan bahwa berdasarkan data klaim perusahaan pada tahun 2024, biaya perawatan di rumah sakit semakin meningkat untuk sejumlah penyakit yang umum menyerang generasi muda saat ini. Sebagai contoh, biaya untuk pengobatan demam berdarah rata-rata mencapai Rp19 juta, yang menunjukkan kenaikan sebesar 26 persen.
Sementara itu, biaya untuk penyakit tifus meningkat menjadi Rp16 juta, atau naik sebesar 78 persen. Tak hanya itu, pengobatan usus buntu juga mengalami peningkatan, dengan biaya mencapai Rp63 juta, yang meningkat sekitar 14 persen.
Untuk menghadapi berbagai tantangan ini, Prudential Indonesia berkomitmen untuk membantu generasi muda dalam mempersiapkan masa depan yang lebih aman. Dengan demikian, mereka dapat menjadi generasi Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan mandiri secara finansial melalui berbagai program yang telah disiapkan.