Nama Djoko Susanto belakangan menjadi sorotan publik setelah dia resmi mengakuisisi saham PT Lancar Wiguna Sejahtera, perusahaan yang memegang hak waralaba Lawson di Indonesia.
Djoko bukanlah nama asing di dunia ritel nasional. Dia dikenal sebagai pemilik PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), perusahaan induk dari jaringan minimarket ternama Alfamart yang tersebar di seluruh Indonesia.
Melalui AMRT, Djoko Susanto mengakuisisi sebanyak 1.484.855.160 lembar saham PT Lancar Wiguna Sejahtera dengan total nilai transaksi mencapai Rp200,45 miliar. Saham tersebut sebelumnya dimiliki oleh PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).
Lantas, siapa sebenarnya Djoko Susanto?
Mengutip berbagai sumber, Djoko merupakan anak keenam dari sepuluh bersaudara. Dia lahir pada 9 Februari 1950 dengan nama Tionghoa Kwok Kwie Fo.
Pendidikan formalnya dimulai di Sekolah Dasar Tionghoa Bei Hoa, kemudian dia melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Tionghoa Pa Chung. Setelah itu, ia bersekolah di Sekolah Menengah Atas Pa Chung pada tahun 1965.
Namun, pendidikannya harus terhenti pada kelas satu di pertengahan tahun 1966 karena kebijakan pemerintah Indonesia saat itu yang menutup sekolah-sekolah Tionghoa.
Advertisement
Mulai Kelola Bisnis Sejak Usia 17 Tahun
Pada usia 17 tahun, Djoko mulai mengelola bisnis keluarga berupa sebuah kios kecil bernama Toko Sumber Bahagia yang berada di dalam Pasar Arjuna, salah satu pasar tradisional di Jakarta. Kios ini awalnya menjual bahan pokok, lalu merambah ke penjualan rokok, hingga akhirnya fokus sepenuhnya pada komoditas rokok.
Usahanya dalam menjual rokok menarik perhatian Putera Sampoerna, tokoh besar di industri rokok Indonesia. Keduanya bertemu pada awal 1980-an dan pada tahun 1985 sepakat untuk membuka 15 kios di berbagai lokasi di Jakarta. Kolaborasi tersebut kemudian melahirkan Alfa Toko Gudang Rabat pada 27 Agustus 1989, sebuah toko dengan konsep supermarket.
Di tahun yang sama, Djoko mendirikan PT Alfa Mitramart Utama, perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan grosir. Sepuluh tahun kemudian, pada 1999, minimarket pertama Alfamart resmi dibuka di kawasan Karawaci, Tangerang.
Kesuksesan Alfamart turut mengantarkan Djoko Susanto masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes. Dia menempati peringkat ke-14 dengan total kekayaan mencapai USD3,5 miliar atau sekitar Rp57,3 triliun (kurs Rp16.398).
Kini, jaringan Alfamart tidak hanya hadir di Indonesia, tetapi juga telah merambah pasar internasional melalui Alfamart Retail Asia Pte Ltd yang berbasis di Singapura dan mengelola sejumlah gerai di Filipina.
Tak hanya Alfamart, Djoko juga memiliki sejumlah anak usaha di bawah naungan PT Sumber Alfaria Trijaya, antara lain PT Sumber Indah Lestari, PT Global Loyalti Indonesia, dan PT Sumber Trijaya Lestari.