Mobil listrik BYD kini makin sering terlihat di jalan-jalan kota besar Indonesia, termasuk di wilayah Jabodetabek. Tak hanya populer karena teknologi canggih dan harga yang lebih bersahabat, BYD juga kini tercatat mengalahkan Tesla dalam penjualan global.
Berdasarkan data dari Counterpoint Research, sepanjang kuartal pertama 2025 (Januari–Maret), BYD mengirimkan 416.388 unit mobil listrik, melampaui Tesla yang menjual 336.681 unit.
Namun, di balik kejayaan itu, tak banyak yang tahu kisah menyentuh sang pendiri, Wang Chuanfu, yang memulai semuanya dari titik nol.
Advertisement
Dari Yatim Piatu hingga Mahasiswa Beasiswa
Lahir tahun 1966 di provinsi Anhui, salah satu daerah termiskin di China, Wang Chuanfu tumbuh sebagai anak yatim piatu. Kedua orang tuanya yang bekerja sebagai petani padi meninggal saat ia masih kecil. Ia kemudian dibesarkan oleh kakak-kakaknya, yang tetap mendorong Chuanfu untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin.
Meski hidup dalam keterbatasan, semangat belajarnya tak luntur. Ia berhasil meraih beasiswa untuk kuliah di Universitas Central South dan melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar master teknologi baterai dari lembaga riset logam non-ferrous di Beijing.
Advertisement
Dari Baterai Ponsel ke Mobil Listrik
Setelah bekerja sebagai peneliti pemerintah, Chuanfu memutuskan untuk pindah ke Shenzhen, kawasan yang tumbuh pesat berkat statusnya sebagai Zona Ekonomi Khusus. Di usia 29 tahun, ia mendirikan BYD bersama sepupunya Lu Xiangyang, dengan suntikan modal USD 300.000.
Awalnya, BYD fokus memproduksi baterai ponsel, dengan strategi meniru produk dari Jepang seperti Sony dan Sanyo, namun dengan biaya lebih murah. Dalam waktu singkat, BYD berkembang pesat berkat efisiensi dan visi jangka panjang Chuanfu.
Ia kemudian mengakuisisi pabrikan mobil negara yang gagal, Tsinchuan Automobile, dan menjadikannya BYD Auto. Pada tahun 2005, mereka meluncurkan sedan BYD F3, yang mirip Toyota Corolla tapi dijual jauh lebih murah dan sukses besar di pasar domestik China.
Advertisement
Disuntik Dana Warren Buffett, Lawan Serius Tesla
Kisah sukses Chuanfu menarik perhatian miliarder legendaris Warren Buffett, yang pada tahun 2008 menginvestasikan USD 232 juta ke BYD. Langkah ini mendorong BYD masuk ke peta persaingan mobil listrik global.
Pada tahun 2009, Forbes menobatkan Chuanfu sebagai orang terkaya di China, dan valuasi BYD tembus USD 5,1 miliar.
Kini, berkat komitmen inovasi dan harga kompetitif, BYD berhasil menyalip Tesla dalam pengiriman mobil listrik secara global tonggak sejarah besar dalam industri otomotif.