Umat Katolik dunia berduka. Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik, dikabarkan wafat pada Senin (21/4). Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan kenangan tentang keteladanan hidup dalam kesederhanaan yang telah ia jalani selama masa kepemimpinannya di Vatikan.
Salah satu momen paling menyentuh yang terekam dalam ingatan banyak umat di Indonesia adalah saat Paus Fransiskus melakukan kunjungan apostolik ke Tanah Air pada 3 September 2023. Bukan dengan jet pribadi atau pesawat kenegaraan, melainkan dengan pesawat komersial. Langkah ini menyiratkan pesan kuat tentang kerendahan hati dari seorang pemimpin dunia spiritual.
Paus Fransiskus menempuh penerbangan dari Bandara Fiumicino, Roma, Italia menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta menggunakan pesawat komersial ITA Airways jenis Airbus A330neo, dengan nomor penerbangan ITY4000. Penerbangan tersebut memakan waktu sekitar 13 jam.
Hebatnya, penerbangan tersebut bukan penerbangan biasa. Menurut data dari Flightradar24, lebih dari 12.000 orang memantau secara langsung penerbangan Paus menuju Indonesia, menjadikannya salah satu penerbangan paling banyak dipantau di dunia saat itu. Bukan karena kemewahan, tetapi karena pesan simbolik yang disampaikan: kesederhanaan adalah kekuatan.
Advertisement
Indonesia, Destinasi Pertama di Asia Pasifik
Indonesia menjadi negara pertama dalam rangkaian perjalanan apostolik Paus Fransiskus ke kawasan Asia Pasifik. Sambutan hangat dari umat Katolik Indonesia serta masyarakat luas menjadi bukti betapa kehadiran beliau membawa harapan dan semangat perdamaian.
Kunjungan ini juga menjadi pengingat akan komitmen Paus Fransiskus terhadap keberagaman, toleransi, dan pentingnya dialog antaragama.
Advertisement
Tentang ITA Airways, Maskapai yang Dipilih Sang Paus
Uniknya, maskapai yang ditumpangi Paus Fransiskus juga memiliki cerita tersendiri. ITA Airways, singkatan dari Italian Air Transport, merupakan penerus dari maskapai legendaris Italia, Alitalia, yang telah berhenti beroperasi pada Oktober 2021 setelah 74 tahun mengudara.
ITA Airways kini sepenuhnya dimiliki oleh Kementerian Keuangan dan Ekonomi Italia. Maskapai ini hadir dengan misi baru: menjadi maskapai yang efisien, inovatif, dan mampu menghadirkan konektivitas berkualitas tinggi untuk masyarakat Italia, baik di dalam negeri maupun ke tujuan internasional.
Paus Fransiskus bukan hanya memilih maskapai ini karena kebijakan efisiensi, namun juga sebagai bentuk dukungan moral terhadap entitas yang tengah membangun ulang identitas dan harapannya.