Mengenang Arifin Panigoro, Sang Raja Minyak asal Gorontalo

Arifin Panigoro merupakan pria berdarah Gorontalo, yang lahir pada 14 Maret 1945 di Bandung, Jawa Barat. Arifin dikenal sebagai pendiri dan pemilik MedcoEnergi. Sebuah perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi swasta terbesar di Indonesia.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Mengenang Arifin Panigoro, Sang Raja Minyak asal Gorontalo
Arifin Panigoro ikut Tax Amnesty. Hana Adi Perdana©2016 Merdeka.com

Jika di Kalimantan ada Haji Isam, Haji Ciut, Haji Ijai, dan Haji Rasyid, sebagai putra daerah paling kaya. Maka Arifin Panigoro patut disematkan sebagai putra Gorontalo si Raja Minyak.

Arifin Panigoro merupakan pria berdarah Gorontalo, yang lahir pada 14 Maret 1945 di Bandung, Jawa Barat. Arifin dikenal sebagai pendiri dan pemilik MedcoEnergi. Sebuah perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi swasta terbesar di Indonesia.

Arifin juga berkecimpung di dunia politik dengan mendirikan partai politik baru yang bernama Partai Demokrasi Pembaruan bersama dengan Sophan Sophiaan, Laksamana Sukardi, Roy B.B. Janis, Sukowaluyo Mintorahardjo, Noviantika Nasution, Didi Supriyanto, Tjiandra Wijaya, Postdam Hutasoit, dan RO Tambunan Sebelumnya, ia pernah bergabung dengan PDIP.

Arifin merupakan alumni Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat masih berstatus mahasiswa, dia sudah memulai berbisnis menjadi kontraktor instalasi listrik. Dia menjalankan bisnis ini dari pintu ke pintu.

Sambil menjalankan bisnis instalasi listrik, Arifin merambah bisnis lain dengan memulai proyek pemasangan pipa dalam skala kecil.

Setelah lulus dari ITB, dia mencetuskan gagasan untuk membangun bisnis jasa pengeboran minyak dan gas pada 1980-an bersama teman-temannya. Bisnis ini yang kemudian menjadi cikal bakal Medco sebagai perusahaan minyak terbesar di Indonesia.

Satu waktu, Arifin membeli Stanvac, perusahaan asing yang bergerak di bidang pengeboran minyak, yang dimenangkan melalui tender. Nama Stanvac kemudian dia ubah menjadi Expan. Atas pembelian itu, PT Stanvac tidak lagi dikuasai orang asing sebab perusahaan minyak tertua di Indonesia itu sudah dimiliki sepenuhnya oleh Medco.

Medco kemudian dikenal saat memulai usaha pengeboran minyak tahun 1981 yang salah satu modalnya dari bantuan pemerintah.

Pada tahun 1994, Arifin Panigoro mengantarkan Medco melakukan Penawaran Saham Perdana (IPO). Perusahaan itu terus berkembang dan melakukan ekspansi hingga ke luar negeri.

Pada 2006 perusahaan tersebut mendapatkan kontrak jasa E&P untuk Lapangan Karim Small Fields, Oman. Mengutip berbagai sumber, pada 2014 Medco mengakuisisi delapan wilayah kerja minyak dan gas di Tunisia, melalui akuisisi Storm Venture International (Barbados) Ltd.

Kemudian, pada 2019, Medco Energi melakukan ekspansi portofolio minyak & gas melalui akuisisi Ophir Energy plc. Selanjutnya, Medco menjadi Perusahaan energi dan sumber daya alam terkemuka di Asia Tenggara.

Masih di tahun 2019, Presiden Joko Widodo melantik Arifin Panigoro sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Berdasarkan data Forbes, harta Arifin Panigoro pada tahun 2020 sebesar USD550 juta atau setara dengan Rp8,2 triliun jika konversi dolar saat ini sebesar Rp15.036.

Di usia 76 tahun, Arifin Panigoro menghembuskan napas terakhir di Rochester Minneapolis, pada Senin 28 Februari 2022, pukul 03.30. 

Semasa hidupnya, Arifin pernah dianugerahi Bintang Mahaputra Mararaya, sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan negara bagi mereka yang secara luar biasa menjaga keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perusahaan warisan Arifin saat ini dikelola oleh saudara laki-lakinya, Hilmi.

Rekomendasi