Ekonomi Amerika Serikat dan Eropa tengah mengalami perlambatan dan disinyalir akan berdampak ke berbagai sektor industri, termasuk furnitur. Maka, pemerintah tengah menjajaki sejumlah negara untuk menjadi tujuan ekspor furnitur buatan Indonesia.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengungkap, beberapa negara di Timur Tengah menjadi target baru. Mengingat adanya pelemahan ekonomi di AS dan Eropa. Tak hanya itu, negara Asia juga tak lepas dari radar pasar ekspor Indonesia.
"Nah memang, dunia sedang lesu perekonomian dan sedang terjadi pergeseran landscape ekonomi dunia, oleh karena itu juga memang kita harus juga mencari potensi-potensi pasar yang baru seperti Timur Tengah, saya kira masih cukup baik dan growing juga Asia, itu sekarang menjadi pusat pertumbuhan dunia," kata dia dalam Launching Nasional IFFINA, di Kementerian Perindustrian, Selasa (9/5).
Di samping pasar ekspor, Teten juga melihat perlu adanya penguatan dari pasar domestik. Apalagi sejumlah industri yang terdampak pandemi mulai bangkit secara perlahan.
Teten juga melihat ada peluang belanja dari dana pemerintah dalam APBN yang menyasar produk lokal. Langkah ini juga disebut sebagai salah satu cara untuk mengantisipasi dampak pelemahan negara-negara tujuan ekspor Indonesia.
"Belanja pemerintah juga besar saya kira ada 40 persen APBN kita harus dibelanjakan produk UMKM produk lokal. Jadi itu juga bisa dimanfaatkan disaat dunia sedang tidak baik-baik saja," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Dedy Rochimat menyampaikan, hadirnya pameran furnitur berskala internasional bisa jadi ajang untuk membuka pasar ekspor baru.
"IFFINA juga penting sekali pameran ini untuk ekspor, mendevelop pasar baru dan juga pasar lama kita tidak boleh tinggalkan karena kita punya potensi yang luar biasa yang harus kita pertahankan. Jangan sampai potensi kita diambil orang lain lagi atau negara lain lagi," terangnya.
Advertisement
Potensi ASEAN
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan potensi pasar negara ASEAN juga jadi satu hal yang dibidik pemerintah. Mengingat lagi, Asia Tenggara digadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global.
Pada konteks perluasan target ekspor furnitur, Putu menguraikan kalau pemerintah sudah membentuk Satgas Ekspor. Salah satu perannya adalah penguatan negara tujuan ekspor baru selain AS dan Eropa.
"Nah kami di pemerintah itu dikoordinasikan oleh Menko Perekonomian itu sudah membentuk yang namanya Satgas Ekspor. Nah satgas ekspor ini memang sedang eksplorasi dan sedang membuat langkah target untuk mencari alternatif negara tujuan ekspor untuk furnitur selain Amerika sama Eropa," urainya.
"Asean ini adalah potensi yang cukup besar ya didamping itu juga India. Jadi India sedang dijajaki tadi timur tengah juga sudah disampaikan dan beberapa begara Asia," sambugn Putu.
Putu menegaskan kalau Indonesia sendiri punya kekuatan dalam membuat produk furnitur. Misalnya pada produk-produk hasil dari solid wood selain dari produk-produk olahan rotan.
Reporter: Arief Rahman H.
Sumber: Liputan6.com