Masa Kejayaan Kertas Kraft Aceh, BUMN Penghasil Kertas Kantong Semen Ternama

Presiden Joko Widodo (Jokowi) di awal April 2023 ini kembali membuat gebrakan. Jokowi membubarkan sekaligus dua BUMN "zombie" dalam waktu yang sama.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Masa Kejayaan Kertas Kraft Aceh, BUMN Penghasil Kertas Kantong Semen Ternama
Presiden Joko Widodo. ©2022 Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi) di awal April 2023 ini kembali membuat gebrakan. Jokowi membubarkan sekaligus dua BUMN "zombie" dalam waktu yang sama.

Dua BUMN yang secara resmi dibubarkan tersebut ialah PT Industri Gelas (Iglas) dan PT Kertas Kraft Aceh (KKA). Untuk pembubaran PT KKA tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2023 tentang Pembubaran Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kertas Kraft Aceh.

"Terhitung sejak berlakunya Peraturan Pemerintah ini, Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kertas Kraft Aceh dibubarkan," bunyi Pasal 1 PP Nomor 17/2023 tersebut.

PT KKA didirikan pada tahun 1982 lewat PP Nomor 31 tahun 1982 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) dalam Bidang Industri Kertas Terpadu. Perusahaan ini merupakan BUMN penghasil kertas kantong semen.

Komplek pabrik PT KKA dibangun pada tahun 1985 dengan nilai investasi USD 424,65 juta. Perusahaan ini berdiri di atas lahan seluas 219,2 hektar di Desa Jamuan, Kecamatan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Bahkan, Presiden Jokowi pernah menjadi karyawan di PT KKA. Dia mengaku bekerja di perusahaan BUMN tersebut pada tahun 1985 hingga 1988 silam.

"Saya dulu bekerja di PT Kertas Kraft Aceh saat dulu saya bekerja tahun 1985, 1986, 1987, 1988," kata Jokowi.

Jokowi menilai, PT KAA bersama AAF (Asean Aceh Fertilizer) dan PIM (PT Pupuk Iskandar Muda) merupakan perusahaan ternama dan cukup besar yang berada di Kabupaten Aceh Utara. Namun, pabrik-pabrik raksasa tersebut harus tutup karena pasokan gasnya habis.

"Pabrik gede tutup semua, kalau tutup semua artinya PHK semua," kata dia.

Secara umum permasalahan PT KKA dibagi dalam dua aspek yaitu, Aspek Operasi dan Aspek Keuangan. PT KKA mengalami ketidakpastian pasokan bahan baku kayu pinus dalam jumlah yang memadai pada harga yang wajar dan pasokan sumber bahan bakar dengan harga yang wajar.

Dari segi Aspek keuangan, PT KKA memiliki beban utang dengan jumlah yang sangat besar terutama utang kepada kreditur. Inilah yang ditengarai menyebabkan kondisi keuangan perusahaan menjadi kurang baik. Terutama jika PT KKA akan melakukan pinjaman kepada bank lain ataupun mencari mitra strategis untuk melakukan penanaman investasi di perusahaan.

Upaya penyelamatan perusahaan telah dilakukan. Pada 29 September 2011 diadakan rapat oleh KeDeputian Restrukturisasi dan perencanaan strategis BUMN dengan agenda penyelamatan PT KKA. Akan tetapi, upaya tersebut tidak berhasil dan berujung ditangan Jokowi.

Rekomendasi