Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah, Bank Indonesia menyiapkan Rp195 triliun uang layak edar atau uang pecahan baru. Jumlah tersebut lebih tinggi 8,27 persen dari yang disiapkan bank sentral tahun lalu.
"Memastikan uang tunai layak edar sebesar Rp195 triliun ini tumbuh lebih besar dari tahun sebesar 8,27 persen," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (16/3).
Aida menjelaskan peningkatan jumlah uang pecahan layak edar ini karena memperhatikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik. Pemerintah juga telah mencabut aturan PPKM sehingga tahun ini masyarakat akan kembali menjalani tradisi mudik lebaran.
Bank Indonesia akan bekerja sama bank-bank di seluruh Indonesia untuk melakukan penukaran uang. Tercatat ada titik 5.066 penukaran uang baru. Khusus di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) Bank Indonesia menyiapkan uang pecahan baru sebesar Rp4,82 triliun. Uang tersebut bisa dibagikan di 599 titik di Jabodebek.
"Khusus di Jabodebek ada 599 titik dengan uang Rp4,82 triliun," katanya.
Selain dengan perbankan, Bank Indonesia juga akan bekerja sama dengan asosiasi-asosiasi tertentu untuk penyaluran uang tunai layak edar, seperti Apindo dan Aprindo. Penukaran uang tersebut bisa dilakukan mulai tanggal 20 Maret-20 April 2023.
"Kerja sama dengan perbankan untuk layanan penukaran bisa dilakukan mulai 20 Maret sampai 20 April 2023," pungkasnya.