Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Victor Gustaaf Manoppo membeberkan 5 strategi utama KKP dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, dalam ekosistem laut secara keseluruhan.
Strategi tersebut di antaranya yaitu memperluas kawasan konservasi laut, menerapkan penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budidaya berada di laut pesisir dan di pedalaman ramah lingkungan, pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil, dan pengelolaan sampah plastik di laut.
"Pengelolaan karbon biru dalam konteks perubahan iklim merupakan bagian penting dari kebijakan ekonomi tersebut, khususnya pada perlindungan dan pelestarian karbon biru yang juga dapat memberikan manfaat ekonomi," ujar Victor dalam acara workshop strategi blue carbon Indonesia untuk pencapaian target nationally determined contribution (NDC) dan implementasi nilai ekonomi karbon (NEK), Jakarta Selasa, (24/1).
Untuk perluasan kawasan konservasi laut, KKP menargetkan hingga 30 persen di tahun 2045. Di mana pada strategi ini untuk melindungi ekosistem dan habitat penting, supaya fungsi jasa ekosistem seperti karbon supply oksigen, perlindungan pantai dan penyedia sumber ikan tetap terjaga keberlanjutannya.
"Hingga saat ini luasan konservasi laut baru mencapai 8,9 juta hektare atau 8,7 persen dari total luas wilayah Indonesia," rincinya.
Advertisement
Dalam memperluas kawasan konservasi menjadi 30 persen, maka ekosistem mangrove yang akan berada di kawasan konservasi dapat menyerap karbon sekitar 188 juta karbondioksida equivalent.
Di sisi penangkapan ikan terukur berbasis kuota, di mana merupakan berbasis output control atau kuota per kapal dengan pembagian kuota untuk nelayan lokal, kuota ikan untuk tujuan komersial, serta kuota untuk industri.
"Kebijakan selanjutnya, pengelolaan pesisir berkelanjutan dan pulau-pulau kecil di mana strategi ini memanfaatkan ruang laut termasuk di dalamnya menetapkan kawasan konservasi kawasan cadangan karbon biru dan zona pengelolaan ekosistem pesisir," tambahnya.