Australia Tawarkan Teknisi Ahli untuk Bangun Ibu Kota Baru

PM Albanese memandang bahwa Indonesia dan Australia sejalan dalam mewujudkan ketahanan iklim serta memberikan akses yang lebih baik terhadap energi hijau yang terjangkau, andal di seluruh wilayah, dalam upaya transisi ke nol emisi karbon.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Australia Tawarkan Teknisi Ahli untuk Bangun Ibu Kota Baru
Maket Ibu Kota Baru. ©2019 dok. Kemen PUPR

Pemerintah Australia menawarkan teknisi ahli untuk terlibat dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Teknisi ini dijanjikan akan menjadikan IKN kota yang hijau, ramah lingkungan dan berteknologi tinggi.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese menilai rencana pembangunan IKN merupakan prospek yang luar biasa, serta menandakan arah dan tujuan negara Indonesia.

"Saya dengan senang hati menawarkan teknisi ahli Australia untuk membantu merencanakan kota yang bersih, hijau dan berteknologi tinggi," kata PM Albanese saat memberikan keterangan resmi usai pertemuan bilateral Indonesia-Australia di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, yang ditayangkan secara virtual, Senin (6/6).

PM Albanese memandang bahwa Indonesia dan Australia sejalan dalam mewujudkan ketahanan iklim serta memberikan akses yang lebih baik terhadap energi hijau yang terjangkau, andal di seluruh wilayah, dalam upaya transisi ke nol emisi karbon.

Oleh karena itu, PM Albanese berharap dapat memajukan kemitraan iklim dan infrastrukturnya dengan dana hibah awal sebesar USD 200 juta.

Indonesia Berada di Jalur yang Tepat

Dia juga menilai bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk termasuk dalam lima negara dengan PDB terbesar di dunia.

Pemerintah Australia pun berkomitmen untuk mengeksplorasi peluang investasi di Indonesia untuk keberlanjutan kerja sama kedua Negara.

PM Albanese juga memerintahkan Menteri Perekonomian untuk menjamin dukungan bisnis di kedua pihak.

"Revitalisasi hubungan perdagangan dan investasi adalah prioritas bagi kami. Itulah sebabnya kami berencana untuk mewujudkan potensi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Australia," kata PM Albanese.

Rekomendasi