PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo berupaya memangkas biaya logistik (logistic cost) dengan memperpendek waktu singgah (port stay) kapal pengangkut barang.
"Cara Pelindo memperbaiki biaya logistik adalah bagaimana mengupayakan sependek mungkin (masa bersamdar) kapal di pelabuhan atau port stay," kata Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono di Jakarta, Kamis (19/5).
Usai Pelindo merger, Arif mengatakan, banyak transformasi yang dilakukan di pelabuhan. Salah satunya melalui program efisiensi waktu kapal saat bersender di pelabuhan.
"Jadi Pelindo kembali ke jati dirinya. Pelindo ini merupakan perusahaan jasa dan pelayanan di pelabuhan," ujar Arif.
Menurut dia, pelabuhan memiliki peran dalam upaya mengefisiensikan biaya logistik nasional dalam aspek transportasi kapal dan inventory carrying cost.
Arif menuturkan, dari 23 persen biaya logistik di Indonesia, kontribusi sektor perlabuhan sebesar 8,9 persen dari inventori, 8,5 persen dari darat, 2,8 persen dari laut, 2,7 persen dari admin, dan 0,8 persen dari kontribusi lain.