CGBIO Berikan Bantuan untuk Perawatan Pasien Luka Bakar di Indonesia

Bantuan ini merupakan bagian dari proyek tindak lanjut dari "Program Peningkatan Kapasitas Tim Medis Luka Bakar Korea-ASEAN" yang dilakukan oleh Hallym University Hangang Sacred Heart Hospital dan Hallym Burn Foundation. Program ini dirancang untuk membantu pasien luka bakar di Indonesia.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
CGBIO Berikan Bantuan untuk Perawatan Pasien Luka Bakar di Indonesia
Bantuan obat untuk pasien luka bakar di RS Indonesia. ©2021 Merdeka.com

CGBIO, perusahaan yang mengkhususkan diri dalam pengobatan regeneratif, bekerja sama dengan Daewoong Indonesia untuk mendukung pasokan bantuan untuk perawatan pasien luka bakar di Indonesia.

Bantuan ini merupakan bagian dari proyek tindak lanjut dari "Program Peningkatan Kapasitas Tim Medis Luka Bakar Korea-ASEAN" yang dilakukan oleh Hallym University Hangang Sacred Heart Hospital dan Hallym Burn Foundation.

Program ini dirancang untuk membantu pasien luka bakar di Indonesia yang belum menerima perawatan luka bakar secara layak karena alasan ekonomi dan sosial.

Melalui Happy Bean, Hallym Burn Foundation juga melakukan penggalangan dana online dan menyumbangkan pakaian pelindung senilai total Rp 143 juta dan krim pelembab untuk pasien luka bakar ke mitra rumah sakit lokal di Indonesia. Apalagi ada kabar mengenai staf medis Indonesia yang menghadapi situasi sulit akibat pandemi Covid-19.

Pada September lalu, CGBIO mengirimkan bantuan berupa pakaian pelindung, masker, dan krim pelembab untuk pasien luka bakar ke tujuh rumah sakit di Indonesia. Antara lain RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), RS Pusat Pertamina (RSPP), RS Bunda Jakarta, dan sebagainya. Bantuan juga mencapai 13 tenaga medis lainnya.

Selain itu, untuk perawatan lebih efektif juga diberikan produk CGBIO, seperti Easydew MD Moisture Cream (krim pelembab), EasyFoam (Dressing Foam), dan CuraVAC (Negative
Pressure Wound Therapy/NPWT).

Hyun Seung Yu, CEO CGBIO, menjelaskan kami berpartisipasi dalam sponsorship ini untuk membantu pasien luka bakar di Indonesia yang buta terhadap perawatan medis dan yang
menderita, karena tidak mendapatkan perawatan medis yang layak.

“CGBIO akan terus bekerja sama dengan Daewoong Indonesia dan Hallym Burn Foundation untuk meningkatkan lingkungan perawatan bagi pasien Indonesia,” ujar Yu dalam rilisnya, kemarin.

CGBIO adalah perusahaan yang memproduksi dan menjual perawatan yang diperlukan untuk rekonstruksi kerusakan jaringan muskuloskeletal yang disebabkan penyakit. Baru-baru ini memperluas cakupannya ke bedah kosmetik dan plastik.

Berdasarkan teknologi berbasis biomaterial, perusahaan berkomitmen menyediakan produk yang penting dan nyaman untuk penggunaan klinis bagi dokter melalui berbagai kolaborasi dengan para ahli klinis.

Rekomendasi