Kemenhub Susun Skema Kedatangan Kru & Pebalap World Superbike 2021 di Mandalika

Saat ini, Kemenhub masih melakukan diskusi dengan berbagai pihak terkait untuk mengatur skema kedatangan pebalap dari luar negeri.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kemenhub Susun Skema Kedatangan Kru & Pebalap World Superbike 2021 di Mandalika
Menpora tinjau Sirkuit Mandalika. ©2020 Merdeka.com

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Djoko Sasono mengatakan, pihaknya akan mengatur skema kedatangan kru dan pebalap di gelaran World Superbike 2021 Mandalika. Selain itu, pihaknya juga menggelar simulasi kedatangan penonton dan masyarakat Mandalika untuk melihat gelaran akbar tersebut.

Saat ini, Kemenhub masih melakukan diskusi dengan berbagai pihak terkait untuk mengatur skema kedatangan pebalap dari luar negeri. Sementara ini, wacana yang disampaikan adalah pebalap dan kru perlu transit di Bali sebelum melanjutkan perjalanan ke Lombok, NTB.

"Pagi tadi saat berbincang, apa tidak mungkin pesawat charter untuk langsung ke Lombok, nanti akan didiskusikan hal ini," katanya dalam Simulasi MRLL WSBK 2021, di Jakarta, Jumat (8/10).

Dia mengatakan bahwa seluruh yang terlibat masih memiliki waktu untuk mengatur dan menentukan bagaimana alur kedatangan kru dan pebalap. "Kita masih ada waktu sampai nanti tanggal 19 (November) untuk menentukan, saya kira kita biasa bekerja dalam tekanan seperti ini," katanya.

Selain itu, dia juga mengapresiasi jajarannya yang telah melaksanakan Tactical Floor Game dalam rangka simulasi MRLL ini. Dia berpesan, dengan digelarnya event ini, perlu diperhatikan dua hal, yakni experience, dan mengatur tenaga.

Pada segi pengalaman atau experience, seluruh stakeholder perlu menjamin keamanan dan kenyamanan para penonton yang hadir. Selain itu, gelaran ini juga jadi pengalaman bagi Indonesia untuk bisa menggelar acara akbar serupa dikemudian hari.

"Kalau pengalaman ini tak bisa ditata baik, takut sensasinya tak ada, ini betul-betul menyatu, maka betul-betul jadi event pemanasan untuk MotoGP dan event lainnya. Saya rasakan langsung, nonton di TV dan di sini beda rasanya," tuturnya.

Poin Penting

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Odo R.M. Manuhutu menyampaikan beberapa pon penting yang menjadi catatannya.

Pertama, sebagai ajang gelaran akbar pertama kali di Asia Tenggara tingkat internasional, dia menilai ini sebagai bentuk pembuktian Indonesia mampu, dan bisa menjadi promosi baik bagi indonesia, termasuk juga kesiapan di berbagai aspek.

"Bahkan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand mereka kebetulan menunda acara, tapi kita bisa," katanya.

Kedua, pembagian tugas yang rapi. Dengan adanya pembagian tugas tersebut, dia menyarankan untuk kembali melakukan TFG guna meninjau persiapan yang lebih matang. "Ketiga, tingkat vaksinasi di sekitar Lombok Tengah sebagai lokasi acara jadi poin penting pelaksanaan acara tersebut."

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi