Ekonom Senior, Faisal Basri menyayangkan kebijakan pemerintah yang hanya menyerahkan 15 persen urusan investasi nasional ke Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadia. Padahal dia berharap, Menteri Bahlil bisa mengurus seluruh Investasi di Tanah Air.
"Namanya udah Menteri Investasi kan. Jadi uruslah seluruh investasi, berilah kewenangan untuk seluruh investasi," kata Faisal Basri dalam sesi bincang virtual dengan BKPM, Jumat (6/8).
"BKPM itu cuman urus 15 persen dari total investasi. Ini disadari atau tidak oleh kita bersama. Jadi sehebat-hebatnya pak Bahlil, 15 persen," sambungnya.
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengakui total investasi yang pihaknya urusi baru sekitar 15 persen. Menurut dia, memang selama ini Kementerian Investasi baru masuk di sektor riil langsung, foreign direct investment, dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).
"Kementerian ini baru terjadi, baru dibentuk dua bulan, dan memang kita lagi mengkonsolidasi agar ini bisa meng-cover seluruh bagian investasi," ujar Bahlil.
Namun, tidak kalah penting juga Kementerian Investasi memikirkan bagaimana penanaman modal masuk ke sektor-sektor yang dapat memberikan nilai tambah. Itu disebutnya sejalan dengan gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pak transformasi ekonomi.
"Yang sudah kita lakukan adalah kita membuat langkah-langkah komprehensif yang terukur untuk investasi yang masuk itu di sektor-sektor industri, pengolahan bahan baku untuk barang jadi. Ini lagi masif kita lakukan," ungkap Bahlil.
"Saya tidak ingin menyalahkan masa lalu, tapi kita harus menatap masa depan. Kita harus menatap optimisme. Hidup ini enggak bisa hanya dilahirkan dengan pesimisme, dan ciri-ciri orang pesimisme itu susah untuk maju berkembang," tandasnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com