Di Nagari Koto Ranah, BRILink Berhasil Jadi Penyambung Masyarakat dengan Bank

Tidak hanya sebatas penyambung transaksi perbankan masyarakat dengan bank, kehadiran Agen BRILink, juga mampu membangkitkan keberadaan UMKM di Nagari Koto Ranah.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Di Nagari Koto Ranah, BRILink Berhasil Jadi Penyambung Masyarakat dengan Bank
Agen BRILink BRI Lizawati. ©2020 Merdeka.com

Kepercayaan, pola itu berhasil dibangun agen BRILink kepada masyarakat di Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatra Barat. Kini, banyak dari mereka yang memilih untuk menyimpan uang di bank.

Diakui, akses menuju bank di wilayah itu mencapai 7 hingga 8 kilometer. Belum lagi harus melewati ladang sawit dan karet yang membentang selama menuju ke lokasi. Tidak ayal pada akhirnya masyarakat banyak yang memilih menabung di rumah ketimbang pergi ke bank.

"Masyarakat kita itu mayoritas petani sawit, karet. Mereka kerja dari pagi sampai sore, bahkan saat musim panen bisa sampai malam. Sehingga tidak bisa ke bank. Akses ke bank pun harus lewatin kebun sawit, karet. Dengan membawa uang tentu ada rasa khawatir," ujar Direktur BUMNag Koto Ranah, Agus Irawan.

"Dengan adanya Agen BRILink saat ini mereka sudah percaya dengan keamanan uangnya. Sehingga berani untuk bertransaksi menabung, pinjam uang dengan Agen BRILink," tambahnya.

Tidak hanya sebatas penyambung transaksi perbankan masyarakat dengan bank, kehadiran Agen BRILink, kata dia, juga mampu membangkitkan keberadaan UMKM di Nagari Koto Ranah. Pasalnya, banyak dari mereka yang mendapatkan kredit dengan suku bunga yang rendah. Mengingat, tidak sedikit pelaku UMKM yang menggantungkan hidupnya dari sejumlah sektor, mulai dari kesenian, kuliner hingga industri bahan bangunan.

"Kita di sini ada UMKM yang buat snack, kerajinan, lalu pembuatan semacam pandai besi juga ada. Selain simpan pinjam, KUR. Agen BRILink juga mengadakan semacam pelatihan kepada UMKM kita di sini. Sehingga mereka bisa mengembangkan usahanya. Jadi, kiprahnya di Nagari Koto Ranah sudah luar biasa," jelasnya.

Dengan adanya kehadiran Agen BRILink, ke depan dirinya berharap ekonomi di Nagari Koto Ranah terus meningkat melalui sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki.

"Kita ini sumber daya alam ada sawit, karet, emas yang belum dikelola dengan profesional. Saat ini juga kita punya embung yang telah mendapatkan pembangunan dari pemerintah. Itu kita manfaatkan jadi desa wisata," terangnya.

Bersama BRI, Desa Koto Ranah sendiri berhasil mengembangkan Program Desa BRILian. Program yang digagas BRI ini bertujuan untuk memberikan wawasan literasi dan inklusi keuangan bagi para pelaku usaha UMKM di pedesaan agar mereka lebih memahami produk dan layanan keuangan digital terkini.

Berbagai kegiatan dilakukan dalam program tersebut. Mulai dari pendampingan, literasi keuangan, sampai pelatihan untuk pelaku UMKM.

Salah satu manfaat program tersebut adalah mendorong digitalisasi ekonomi UMKM melalui berbagai layanan seperti keagenan BRILink, website pasar.id, dan berbagai inovasi serta pembangunan berkelanjutan di desa dengan mengandalkan BUMDes sebagai penggerak utamanya.

Dalam program tersebut, pada tahun 2020 terdapat 531 desa yang diseleksi BRI. Dari jumlah tersebut, terpilih 125 desa yang memenuhi empat kriteria di atas. Setelah itu, desa-desa tersebut mengikuti pelatihan dan program peningkatan kapasitas secara daring sebelum dinilai untuk menentukan 10 desa sebagai pemenang, salah satunya Desa Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Rekomendasi