Menko Luhut Akui Masih Ada Kelemahan dalam Penerapan Proyek Tol Laut

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan mengatakan, pembangunan tol laut sangat penting untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Sebab sejak 6 tahun lalu, Presiden Joko Widodo ingin menciptakan keseimbangan pembangunan antara Indonesia bagian Barat dan Timur.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Menko Luhut Akui Masih Ada Kelemahan dalam Penerapan Proyek Tol Laut
Kapal Perintis Tol Laut. ©2019 Merdeka.com

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan mengatakan, pembangunan tol laut sangat penting untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Sebab sejak 6 tahun lalu, Presiden Joko Widodo ingin menciptakan keseimbangan pembangunan antara Indonesia bagian Barat dan Timur.

"Masalah tol laut ini sangat penting karena Pak Presiden Jokowi sejak 6 tahun lalu mencanangkan ini untuk kesejahteraan Indonesia," kata Menko Luhut dalam Webinar Optimalkan Angkutan Barang dengan Tol Laut, Jakarta, Kamis (10/6).

Dia menilai selama 6 tahun berjalan ini, perkembangan program tol laut sudah banyak mengalami peningkatan. Ini semua tidak terlepas dari kerja keras tim yang mampu menjalankan program dengan baik.

Meskipun masih banyak beberapa hal yang perlu diperbaiki agar pelayanan dari program ini berjalan semakin baik. "Kerja keras semua tim ini ada hasil baik, tapi masih ada kekurangan," kata dia.

Maka dari itu, pekan depan Menko Luhut bersama pihak-pihak terkait ingin akan merancang aturan main yang bisa dipatuhi dan dijalankan oleh semua instansi terkait. Rancangan peraturan ini akan digelar dengan melibatkan banyak pihak agar dalam penerapannya di lapangan bisa berjalan dengan baik.

Terutama terkait pengiriman logistik dari pelabuhan utama ke pelabuhan singgah dan tujuan. Dia ingin kapal yang kembali dari daerah tujuan bisa kembali membawa muatan dengan volume yang sama.

"Sehingga nanti tidak ada lagi kapal yang pulang kosong dari timur. Makanya ini butuh perlakuan khusus agar cost lebih efisien karena itu tujuannya," kata dia.

Selain itu, dia juga mengapresiasi kinerja Kementerian Perhubungan yang telah menambah rute yang cukup banyak dari pertama kali program ini diluncurkan pada tahun 2015. Meskipun masih perlu ada perbaikan lagi.

"Rutenya sudah cukup banyak dan makin banyak, terima kasih Kementerian Perhubungan yang melakukan ini walaupun masih banyak yang harus diperbaiki," kata dia.

Menhub Budi Karya Minta Pemda Terlibat dalam Optimalisasi Muatan Kapal dari Daerah 3TP

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan jumlah muatan kapal dalam program tol laut terus mengalami peningkatan. Hanya saja jumlah muatan kapal masih perlu ditingkatkan di masing-masing trayek angkutan.

"Jumlah muatan kapal program tol laut mengalami peningkatan. Kita berbahagia dengan ini," kata Budi dalam dalam Webinar Optimalkan Angkutan Barang dengan Tol Laut, Jakarta, Kamis (10/6).

Bahkan saat ini pemerintah telah menambah trayek tol laut menjadi 30 trayek. Menhub Budi berharap tambahan trayek ini bisa diikuti dengan volume muatan yang meningkat. Sehingga subsidi yang diberikan pemerintah dalam program ini menjadi lebih bermanfaat.

"Jumlah angkutan perlu dioptimalkan masing-masing trayek, agar subsidi yang diberikan lebih bermanfaat," kata dia.

Maka dari itu, dia berharap semua pihak bisa terlibat dalam menyiapkan muatan balik dari daerah terdepan, terpencil, tertinggal dan perbatasan (3TP). Menhub Budi meminta pemerintah darah bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan muatan balik kapal.

Tujuannya agar kapal yang datang dari Surabaya dan Jakarta tidak kembali dalam keadaan kosong dari pelabuhan tujuan. Sehingga muatan yang berangkat dari daerah bisa menjadi penyeimbang sistem pembiayaan logistik. Lebih jauh, cara ini juga bertujuan untuk mendorong geliat perekonomian di daerah 3TP.

"Muatan balik diharapka menjadi stimulus dan jadi penyeimbang sistem pembiayaan logistik (di sisi lain) untuk mendorong geliat perekonomian di daerah 3TP," kata dia.

Misalnya, kata Budi, mengirimkan produk unggulan dari daerahnya untuk dijual ke daerah lain. Sehingga kesejahteraan masya sia meningkat. Hal ini telah dibuktikan dengan adanya optimalisasi muatan kapal dalam program tol laut. Salah satu daerah yang berhasil yakni Kabupaten Morotai yang telah mampu memanfaatkan tol laut sebagai pendongkrak perekonomian daerah.

Rekomendasi