Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menilai, pemberian insentif pajak pembelian kendaraan baru dan perumahan saat ini sangat tepat. Sebab, kebijakan dikeluarkan bersamaan dengan pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 secara massal.
"Sangat penting memulai ini (insentif pajak kendaraan bermotor dan perumahan) bersamaan dengan vaksinasi," kata Suahasil dalam Webinar MNC Investor Group, Jakarta, Selasa (2/3).
Alasannya, kata Suahasil, ini menunjukkan pemerintah menangani sektor kesehatan dan perekonomian secara bersamaan. Dengan jalan beriringan diharapkan muncul kepercayaan kepada masyarakat untuk mulai melakukan aktivitas konsumsi.
"Ini harus berjalan beriringan dan berharap 2021 konsumsi akan kembali ke teritori positif," kata dia.
Advertisement
Tarik Insentif Saat Ekonomi Mulai Pulih
Pun dengan aktivitas investasi, ekspor-impor barang juga diharapkan pemulihannya lebih cepat. Sehingga semua sektor saling mendukung agar kebijakan fiskal segera bisa kembali seperti sebelum terjadi pandemi.
"Sehingga fiskal dan budget pemerintah harus kembali ke fase yang sebelumnya," kata dia.
Dia menambahkan memang saat ini industri otomotif akan didorong untuk bergerak lebih cepat. Namun, bila sudah kembali seperti sebelum pandemi, pemerintah secara bertahap akan menarik insentif pajak yang diberikan.
"Begitu sektor ini berjalan kembali seperti semua, maka pemerintah akan melepaskan pajak insentif sehingga mesin (ekonomi) berjalan lagi," pungkasnya.