Kepala Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Eko Nugroho mengatakan, perekonomian nasional khususnya di Kuartal II dan III di hampir semua sektor mengalami kontraksi. Namun ekonomi di kuartal IV-2020 diprediksi akan terjadi pemulihan.
Sektor perdagangan besar dan eceran, sektor transportasi pergudangan, dan sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman perlu mendapat perhatian karena menjadi kontributor yang dominan terhadap kontraksi pertumbuhan.
"Saya kira pergerakan masyarakat dan bisnis akan menjadi aspek yang penting dan ini yang kemudian direspon dengan PEN yang saya kira signifikan hampir equivalent," kata Agus Agus dalam Media Briefing LIPI Outlook Perekonomian 2021: Upaya Mempercepat Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi, Kamis (17/12).
Adapun pelonggaran PSBB di kuartal III tidak langsung mendorong Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Pertumbuhan PDRB di Bali saja pada kuartal II bahkan masih mengalami kontraksi.
"Jadi kuartal ketiga ini menunjukkan bahwa pergerakan masyarakat belum direspon secara baik dengan kegiatan ekonomi," katanya.
Agus berharap dengan adanya berbagai upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia termasuk pengadaan vaksin bisa mendorong pemulihan ekonomi dengan cepat.
Dia mensimulasikan pertumbuhan PDB 2021 jika tanpa vaksin ada di kisaran 1,57-2,07 persen. Sementara jika 2021 vaksinasi mencapai 30 persen maka pengaruh nya terhadap PDB sebesar 2,99-3,49 persen.
Selanjutnya, jika vaksinasi mencapai 50 persen maka PDB diperkirakan akan tumbuh 3,21-3,70 persen, serta apabila vaksinasi mencapai 80 persen di tahun 2021 maka PDB diperkirakan ada di kisaran 3,53-4,03 persen.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com