Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggarisbawahi kerja sama antara Indonesia - Amerika Serikat melalui proyek Satelit Satria 1. Satelit ini dibuat oleh Tales Alemania Space dan roket peluncurnya menggunakan Space X Falcon 95500 asal AS yang saat ini sedang dalam proses produksi.
"Kerja sama secara konkrit Kementerian Kominfo dengan Amerika Serikat setidaknya dari dorongan untuk terus memastikan rocket launcher-nya," kata Menkominfo, Johnny G Plate, dalam US-Indonesia Investment Summit ke-8, Jumat (11/12).
Saat ini, Menteri Johnny menyebutkan ada 9 satelit yang digunakan di Indonesia. Lima diantaranya merupakan satelit nasional, sementara empat lainnya merupakan satelit asing.
Satelit Satria 1 rencananya akan diluncurkan pada kuartal IV-2023. Satelit ini akan ditempatkan pada slot orbit 146 Bujur Timur (BT).
Advertisement
Terbesar di Asia, Satria 1 Hadirkan Layanan WiFi di 150.000 Titik
Satelit dengan kapasitas 150 Gbps ini merupakan salah satu yang terbesar di Asia. Satelit akan digunakan untuk layanan Wi-Fi di 150.000 titik layanan publik di Indonesia.
Ke depannya, Menteri Johnny juga melihat kelanjutan kerja sama Indonesia-AS di sektor telekomunikasi yang berkaitan dengan ekonomi digital mendatang. Maka dari itu, penting bagi kedua negara untuk meningkatkan hubungan ekonominya.
"Berbagai potensi dan peluang usaha di sektor telekomunikasi dan digital ekonomi yang perlu kita bersama, antara Indonesia dan Amerika Serikat untuk meningkatkan relasi dan hubungan ekonomi antar dua negara agar semakin bertumbuh berkembang," pungkas dia.
Reporter: Pipit Ika Ramadhani
Sumber: Liputan6